Pascamerger, Bagaimana Bisnis Danamon ke Depan?

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
22 January 2019 14:16
Pascamerger, Bagaimana Bisnis Danamon ke Depan?
Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) akan merger dengan PT Bank Nusantara Parahyangan Tbk (BBNP). Penggabungan usaha ini dilakukan karena pemegang saham pengendali kedua bank ini sama, yakni Mitsubishi UFJ Financial Group (MUFG).

Dalam prospektus yang dirilis Bank Danamon hari ini, Selasa (22/1/2019), rencana penggabungan bisnis ini akan dirampungkan pada awal Mei 2019.

Bank Danamon yang akan bertindak sebagai bank yang menerima penggabungan, sedangkan saat penggabungan setiap 1 saham Danamon akan bernilai sebesar 0,23 saham BNP.


Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga memastikan bahwa Bank Nusantara juga harus delisting dari Bursa Efek Indonesia (BEI).

Lantas setelah merger, bagaimana bisnis Bank Danamon ke depan?


Bank Danamon akan menjalankan kegiatan perbankan dengan fokus pada segmen ritel, usaha kecil dan menengah (UKM), perbankan bisnis (komersial dan korporasi atau Enterprise Banking) dan segmen usaha mikro.

Saat ini Danamon juga memiliki anak usaha di bidang pembiayaan pembelian kendaraan bermotor roda dua dan roda empat (multifinance) melalui PT Adira DInamika Multi Finance Tbk (ADMF). Bisnis ini juga menyediakan pembiayaan berbasis syariah.

Selain itu, BDMN juga didukung bisnis asuransi konvensional dan berbasis syariah untuk individu dan perusahaan lewat PT Asuransi Adira Dinamika. Produk-produknya antara lain Autocillin (asuransi mobil), Motopro (asuransi sepeda motor), Medicillin (asuransi kesehatan), dan Travellin (asuransi perjalanan).


Asuransi Adira juga menyediakan produk lain seperti asuransi kecelakaan diri, properti, alat berat, kargo laut dan lambung kapal, mesin (engineering), surat jaminan, kargo, trade credit dan produk asuransi lainnya.

Dari seluruh bisnis yang dijalankannya ini, Danamon memiliki total jaringan distribusi sebanyak 1.252 cabang dan gerai layanan yang mencakup kantor konvensional, unit Danamon Simpan Pinjam, unit usaha Syariah, dan jaringan kantor cabang Adira Finance serta Asuransi Adira, dengan total aset secara konsolidasi sebesar Rp 178,55 triliun hingga 30 September 2018 lalu.

Di sisi lain, Bank BNP sebelumnya memperoleh izin menjalankan kegiatan perbankan umum, kemudian perusahaan meningkatkan status menjadi bank devisa. Bank ini fokus pada bisnis jasa dan transaksi perbankan internasional yang meliputi pengiriman uang luar negeri (remittance), transaksi ekspor-impor, baik dalam dan luar negeri (L/C dan SKBDN), Bank Garansi dan Settlement Bank.

BNP juga menjalankan bisnis perkreditan dengan fokus penyaluran kredit pada pinjaman modal kerja, kredit investasi serta pembiayaan perdagangan. Tak hanya itu, BNP memiliki segmen bisnis penyaluran kredit konsumen dan bisnis perbedaharaan (treasury) sehingga menjadi keunggulan nantinya bagi Bank Danamon. (tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading