Di Antara Saham FAANG, Facebook Paling Mengkhawatirkan

Market - Bernhart Farras, CNBC Indonesia
26 December 2018 18:48
Di Antara Saham FAANG, Facebook Paling Mengkhawatirkan
Jakarta, CNBC Indonesia - Saham Facebook berada dalam posisi yang paling mengkhawatirkan di antara FAANG. FAANG merupakan kelompok saham dari raksasa teknologi Silicon Valley Amerika Serikat (AS), yaitu Facebook, Amazon, Apple, Netflix, dan induk Google, Alphabet.

"Ekonomi digital beroperasi berdasarkan kepercayaan dan mereka telah merusak kepercayaan pada begitu banyak tingkatan," kata Ray Wang, analis utama sekaligus pendiri di Constellation Research yang berbasis di Silicon Valley, dilansir dari CNBC International, Senin (24/12/2018).


Wang mengatakan, banyak masalah terkait rasa percaya terhadap Facebook. Masalah itu berkutat di sekitar COO Facebook Sheryl Sandberg. Ia menjadi sorotan setelah laporan New York Times pada pertengahan November tentang eksekutif dan operasi internal perusahaan media sosial itu.




Pada 2018, skandal dan insiden penuh kontroversi Facebook telah menenggelamkan harga saham perusahaan 43% dari nilai tertinggi dalam 52 minggu. Ditanya tentang kemungkinan Sandberg meninggalkan Facebook, Wang mengatakan masih "dalam kategori rumor."

"Saya pikir perlu ada semacam perubahan manajemen atau penunjukan seseorang yang dipercaya pasar untuk menangani masalah ini, privasi serta keamanan siber dengan cara yang lebih kuat daripada apa yang dilakukan hari ini," ujar Wang.



Wang mengatakan Apple "mengacaukan penentuan harga." Secara khusus, dia mengutip tantangan yang dihadapi oleh Apple yang produknya "terlalu mahal" di India dan hasilnya adalah "kehilangan seluruh pasar".



Di Antara Saham FAANG, Facebook Paling MengkhawatirkanFoto: Infografis/Saham Perusahaan Teknologi "FAANG" Anjlok/Aristya Rahadian Krisabella


Menunjuk kekurangan Apple lainnya, Wang mengatakan, Siri, "masih tidak berfungsi." Mereka juga "tidak bertanggung jawab atas" miliaran dolar yang dihabiskan untuk produk Maps bersama dengan masalah yang dihadapi Apple Watch dan fungsi EKG.



Wang menambahkan perang dagang AS-China yang sedang berlangsung dapat berdampak pada Apple. Raksasa teknologi itu "berada di garis depan dalam kerentanan" pada konflik yang sedang berlangsung.



Bagaimanapun, menghadapi semua tantangan itu, Wang tetap positif pada prospek perusahaan di masa depan. "Secara keseluruhan, mereka telah melakukan pergantian pekerjaan yang baik dari produk ke pendapatan layanan dan saya pikir itu akan membuahkan hasil dalam jangka panjang," katanya.



(miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading