Gegara Trump, Bursa Eropa Ditutup Melesat 1,69%

Market - Muhammad Iqbal, CNBC Indonesia
13 December 2018 07:42
Bursa saham Eropa ditutup menguat pada perdagangan Rabu (12/12/2018) waktu setempat.
Brussels, CNBC Indonesia - Bursa saham Eropa ditutup menguat pada perdagangan Rabu (12/12/2018) waktu setempat. Pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menyatakan optimistis atas negosiasi dagang AS-China jadi faktor pendorong penguatan tersebut.

Dilansir CNBC International, Kamis (13/12/2018), The STOXX Europe 600 meningkat 1,69% dengan semua sektor berada di teritori positif.




Saham emiten berbasis sumber daya meroket 2,84% setelah Trump menyatakan tidak akan menaikkan tarif bea masuk atas produk China hingga kesepakatan komprehensif diraih. Saham BHP Group, Boliden, dan Rio Tinto, diperdagangkan dengan nilai yang lebih tinggi selepas kabar tersebut.

Dari sisi saham individu, saham dari dua bank papan atas Jerman jadi sorotan. Deutsche Bank dan Commerzbank melesat masing-masing 5,81% dan 5,61%. Faktor lain pendukung lesatan kedua saham itu adalah Pemerintah Jerman sedang melakukan diskusi untuk memuluskan jalan bagi merger kedua perseroan.

Perusahaan minuman asal Prancis, Pernod Ricard, juga masuk di antara top gainer di Benua Biru.

Saham perseroan melonjak setelah manajemen telah mengadakan pembicaraan dengan Elliot Management. Hal itu menyusul laporan yang mengabarkan Paul Singer telah mengambil alih saham Pernod Ricard. Saham perseroan pun melonjak 5,91% sehingga mencapai rekor baru.

Foto: infografis/Musuh-musuh Perang Dagang Trump/Aristya Rahadian Krisabella

Fokus pasar sebagian besar masih mengarah kepada Trump. Apalagi dalam wawancara dengan Reuters, Selasa (11/12/2018) waktu AS, presiden dari Partai Republik itu mengonfirmasi pembicaraan antara Washington dan Beijing masih berlangsung.

Trump juga menyatakan siap mengintervensi kasus yang melibatkan CFO Huawei yang sedang ditangani Departemen Kehakiman AS. Bagi Trump, kepentingan nasional, dalam konteks ini negosiasi dagang dengan Negeri Tirai Bambu, adalah segalanya.

Kembali ke Eropa, investor terus memantau gejolak politik di Inggris. PM Inggris Theresa May yang telah memenangi pemungutan suara di parlemen masih harus berjuang keras untuk menyelamatkan kesepakatan Brexit yang diraih dengan Uni Eropa, beberapa waktu lalu.


(miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading