Pasar Obligasi Tertekan Ancaman Trump Tutup Pemerintahan

Market - Irvin Avriano, CNBC Indonesia
12 December 2018 09:14
Pasar obligasi diprediksi bergerak bervarias.
Jakarta, CNBC Indonesia - Pasar obligasi diprediksi akan bergerak bervariasi hari ini akibat beragam sentimen global.

Dhian Karyantono, Amalis Fixed Income PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, dalam risetnya mengatakan sejumlah sentimen positif antara lain meredanya perang dagang China-Amerika Serikat, turunnya infliasi produsen AS (Producer Price Index) secara tahunan maupun bulanan, serta penunjukan gubernur baru Bank Sentral India.

Adapun terkait dengan perang dagang, isu terbaru adalah China kemungkinan bersedia mengurangi tarif impor produk otomotif AS menjadi hanya 15% dari 40%.


"Namun demikian, sentimen positif tersebut diimbangi dengan masih mengambangnya kepastian terkait dengan Brexit, kemungkinan terjadinya government shutdown di AS, dan kenaikan harga minyak mentah dunia," ujar Dhian.

Di samping itu, sentimen negatif juga berasal dari ancaman Presiden Donald Trump untuk menghentikan kegiatan pemerintah (government shutdown) jika pembiayaan terkait tembok batas (border wall) dengan Meksiko tidak disetujui oleh Kongres.

Terkait sentimen-sentimen tersebut, secara umum tekanan dari harga SUN masih dipicu oleh sentimen-sentimen global di antaranya kekhawatiran pasar terhadap perkembangan Brexit di mana ada indikasi bahwa UE menolak untuk melakukan renegosiasi dengan UK terkait dengan kesepakatan Brexit khususnya terkait dengan kebijakan Backstop.


Bauran isu global tersebut mendorong indeks dolar AS meningkat dibandingkan dengan hari sebelumnya ke kisaran 97,39 poin (sebelumnya 97,22 poin).

Sementara itu, yield US Treasury khususnya tenor 10 tahun meningkat tipis ke level 2,88% dibandingkan dengan hari sebelumnya di kisaran 2,86% yang didorong oleh kenaikan harga minyak mentah dunia pada perdagangan global semalam namun dibatasi oleh turunnya inflasi produsen AS (PPI) per November 2018.


Harga minyak untuk kategori WTI naik sebesar 1,27% ke level $51,65 per barel sementara Brent naik sebesar 0,38% ke level $60,2 per barel merespon kemungkinan pengurangan tarif impor produk otomotif AS oleh Tiongkok dan adanya disrupsi produksi minyak mentah di Libya.

Di sisi lain, inflasi produsen AS (PPI) per November 2018 turun ke level 0,1% (MoM) dan 2,5% (YoY) dibandingkan bulan sebelumnya.

Untuk itu, lanjut Dhian, perseroan merekomendasikan investor untuk membeli seri-seri SUN yang cenderung likuid seperti FR0063, FR0077, FR0064, FR0078, FR0065, FR0072, dan FR0078.

Sementara beberapa alternatif lain meski tidak terlalu likuid adalah FR0061, FR0071, FR0056, FR0070, FR0058, FR0054, FR0074, dan FR0076.
(ray)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading