Jawaban Gubernur BI Soal Kemungkinan Dolar Bisa ke Rp 13.000

Market - Chandra Gian Asmara, CNBC Indonesia
30 November 2018 15:12
Jawaban Gubernur BI Soal Kemungkinan Dolar Bisa ke Rp 13.000
Jakarta, CNBC Indonesia - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) masih dalam tren penguatan. Sepanjang November, rupiah menguat sekitar 5% terhadap greenback.

Sempat tertatih-tatih sejak April-September 2019, nilai tukar rupiah yang sempat berada di atas level Rp 15.200/US$, kini berada di Rp 14.300/US$. Bahkan, rupiah sempat berada di bawah Rp 14.300/US$.

Lantas, apakah mungkin nilai tukar rupiah kembali ke bawah level Rp 13.000/US$?
Jawaban Gubernur BI Soal Kemungkinan Dolar Bisa ke Rp 13.000Foto: Perry Warjiyo (CNBC Indonesia/Chandra Gian Asmara)

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo tak ragu menyebut bahwa kondisi nilai tukar rupiah saat ini masih terlampau murah atau undervalued. Potensi penguatan rupiah, pun sejatinya masih terbuka.


Namun, bank sentral menggaris bawahi bahwa pergerakan nilai tukar akan tetap dipengaruhi oleh bekerjanya mekanisme pasar, dan faktor-faktor perkembangan ekonomi global.

"Nilai tukar akan selalu bagaimana kondisi mekanisme pasar, serta faktor teknikal berita yang umumnya berkaitan dengan global," kata Perry di kompleks bank sentral, Jumat (30/11/2018).

Secara garis besar, penguatan rupiah tak lepas dari derasnya aliran modal asing yang masuk ke pasar keuangan Indonesia, dipicu dari tingkat kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia.

"Dengan aliran modal yang masuk itu menambah supply dan memperkuat nilai tukar rupiah," jelasnya.

Berdasarkan data bank sentral, aliran modal asing yang masuk ke pasar surat berharga negara (SBN) secara year to date mencapai Rp 62,4 triliun, sementara yang masuk melalui portofolio saham sebesar Rp 12,2 triliun.
(dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading