Internasional

The Fed: Perang Dagang Bisa Perlambat Pertumbuhan Ekonomi AS

Market - Prima Wirayani, CNBC Indonesia
30 November 2018 13:41
The Fed: Perang Dagang Bisa Perlambat Pertumbuhan Ekonomi AS
Jakarta, CNBC Indonesia - Bank sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve mengungkapkan kekhawatirannya akan dampak ketegangan perdagangan global dan tingginya utang korporasi terhadap pertumbuhan ekonomi Negeri Paman Sam.

Hal itu disampaikan Federal Open Market Committee (FOMC) yang menentukan kebijakan moneter The Fed dalam pertemuan yang diadakan 7-8 November lalu sebagaimana dinyatakan dalam risalah yang dirilis Kamis (29/11/2018).


"Beberapa partisipan khawatir tingginya tingkat utang di sektor bisnis non-keuangan, dan khususnya tingginya leveraged loans, membuat perekonomian lebih rentan terhadap berkurangnya ketersediaan pinjaman yang tajam, yang akan memperparah dampak dari guncangan negatif terhadap kegiatan ekonomi," menurut risalah itu, dilansir dari CNBC International.


"Potensi meningkatnya bea impor atau ketegangan perdagangan juga dikutip sebagai sebuah faktor yang dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi lebih dari yang diperkirakan."

Perekonomian terbesar di dunia itu telah tumbuh kuat dengan produk domestik bruto (PDB) naik 3,5% di kuartal ketiga dan angka pengangguran ada di titik terendah 3,7%.

The Fed: Perang Dagang Bisa Perlambat Pertumbuhan Ekonomi ASFoto: Aristya Rahadian Krisabella
Namun, pelemahan di pasar perumahan telah menyeret pertumbuhan dan para pejabat mengatakan sebab perlambatan itu adalah naiknya suku bunga hipotek.

Para anggota FOMC juga mencatat kekhawatiran bahwa berbagai perusahaan mungkin harus berjuang menyalurkan kenaikan biaya dari meningkatnya bea impor kepada konsumen dan menciptakan inflasi yang mengganggu.

Para central banker juga melaporkan kegiatan di pasar pertanian tertekan akibat efek implementasi kebijakan perdagangan terhadap pendapatan ekspor dan pertanian.


Sementara mereka menegaskan kembali komitmennya untuk terus menaikkan suku bunga acuan dalam jangka pendek, para anggota meyakinkan bahwa langkah tersebut akan dilakukan berdasarkan data ekonomi yang masuk.

"Kebijakan moneter tidak didasarkan pada arah yang telah ditentukan sebelumnya; jika informasi yang masuk mendorong penilaian ulang terhadap proyeksi ekonomi dan risiko, baik naik maupun turun, outlook kebijakan mereka juga akan berubah," tulis risalah itu.

(roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading