Diam-Diam Grup Djarum Kuasai 51% Saham ATM Alto

Market - Roy Franedya, CNBC Indonesia
28 November 2018 - 14:54
Diam-Diam Grup Djarum Kuasai 51% Saham ATM Alto
Jakarta, CNBC Indonesia - Diam-diam Grup Djarum telah menjadi pemegang saham mayoritas PT Daya Network Lestari, pengelola jaringan ATM Alto. Hal ini diungkapkan oleh salah satu pemegang saham PT Daya Network Lestari, Rudy Ramli kepada CNBC Indonesia, Selasa (27/11/2018).

Rudy Ramli menjelaskan masuknya Grup Djarum untuk memenuhi aturan permodalan dari Bank Indonesia (BI). Regulator sistem pembayaran ini mewajibkan perusahaan switching untuk memiliki modal minimal Rp 50 miliar.

"Mekanismenya, Alto keluarin saham baru, lalu Djarum masuk 20% lewat Central Capital Ventura (CCV) 2% dan 18% pakai nama Dwimuria Investama Andalan, sekitar Rp 100 miliar," ujar Rudy Ramli.


Namun, lanjut Rudy Ramli, Grup Jarum sejak awal sudah menyatakan ingin menjadi pemegang saham mayoritas di Alto. Kesepakatan ditandatangani bulan Juli lalu.

"Di bulan Juli (Grup Djarum) 51%, Saya 46% dan 3% milik dana pensiun Panin," terang Rudy Ramli.

Rudy Ramli pun menjelaskan sudah tidak lagi menduduki posisi apapun di PT Daya Network Lestari. Saat ini Ia menjabat Presiden Direktur Alto Halodigital International (AHDI) yang 24,9% sahamnya dimiliki Alto.

Asal tahu saja, Central Capital Ventura merupakan modal ventura bentukan bank BCA, sementara Dwimulia Investama Andalan merupakan pemilik 54,94% saham Bank BCA.

Saat ini ada empat perusahaan switching yang beroperasi di Indonesia. Yakni, PT Jalin Pembayaran Bersama (ATM Link) yang dimiliki Himpunan Bank Milik Pemerintah (Himbara), PT Rintis Sejahtera (ATM Prima) milik Grup Salim, PT Artajasa Pembayaran Elektronis (ATM Bersama) yang dikendalikan Indosat Ooredoo dan ATM Alto.
[Gambas:Video CNBC]


(roy/dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading