Gara-gara Trump, IHSG Dibuka di Zona Merah
Anthony Kevin,
CNBC Indonesia
27 November 2018 09:37
Kebijakan pemerintah yang menetapkan pungutan ekspor CPO menjadi US$ 0 per ton alias dinolkan, tidak mampu mengangkat kinerja rupiah. Pada pagi hari ini, rupiah melemah sebesar 0,21% di pasar spot ke level Rp 14.500/dolar AS.
Sejatinya, kebijakan pemerintah tersebut berpotensi untuk mendorong rupiah menguat lantaran CPO asal tanah air akan menjadi lebih kompetitif di pasar internasional, sehingga akan ada lebih banyak devisa yang mengalir ke dalam negeri.
Namun apa mau dikata, tingginya risiko yang berasal dari perang dagang AS-China lebih mendominasi pergerakan rupiah.
Seiring dengan pelemahan rupiah, saham-saham bank BUKU IV dilepas oleh investor: PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) turun 0,89%, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) turun 0,85%, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) turun 0,5%, dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) turun 0,34%.
TIM RISET CNBC INDONESIA (ank/hps) Add
as a preferred
source on Google
Sejatinya, kebijakan pemerintah tersebut berpotensi untuk mendorong rupiah menguat lantaran CPO asal tanah air akan menjadi lebih kompetitif di pasar internasional, sehingga akan ada lebih banyak devisa yang mengalir ke dalam negeri.
Namun apa mau dikata, tingginya risiko yang berasal dari perang dagang AS-China lebih mendominasi pergerakan rupiah.
Seiring dengan pelemahan rupiah, saham-saham bank BUKU IV dilepas oleh investor: PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) turun 0,89%, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) turun 0,85%, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) turun 0,5%, dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) turun 0,34%.
TIM RISET CNBC INDONESIA (ank/hps) Add
source on Google