Mulai Transaksi Saham Awal Pekan, Simak Rekomendasi 5 Broker

Market - Houtmand P Saragih, CNBC Indonesia
26 November 2018 08:51
Atmosfer perdagangan di bursa saham Asia cenderung positif yang bisa jadi katalis buat pasar saham domestik.
Jakarta, CNBC Indonesia - Pergerakan pasar saham pada perdagangan pekan lalu berakhir di zona positif dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil memasuki area psikologis di level 6.000. Mengawali pekan ini, atmosfer perdagangan di bursa saham Asia cenderung positif yang bisa jadi katalis buat pasar saham domestik.

Namun sejumlah sentimen akan menjadi perhatian investor dan menjadi dasar dalam mengambil keputusan investasi. Untuk membantu menterjemahkan arah pasar awal pekan ini, sejumlah broker sudah menyiapkan proyeksinya.

Mari simak rekomendasi dari para broker dan saham apa saja yang layak diperhatikan:


1. Kiwoom Sekuritas
Penguatan IHSG sebesar 0,26% atau bertambah sebesar 15.39 poin ke level 6,006 akhir pekan lalu menjadi modal yang baik untuk menghadapi pekan ini. Jika berhasil konsistensi di atas level 6.000, maka akan menunjukkan seberapa besar potensi kenaikkan IHSG diakhir tahun nanti.

Hari ini aura positif datang dari direstuinya draft perjanjian perpisahan Eropa dengan Inggris. Para pemimpin Uni Eropa tersebut memutuskan hal itu di Brussel, Belgia.

Persetujuan ini mendapatkan respon positif dari 27 Pemimpin Uni Eropa, dan memutuskan Inggris akan pergi meninggalkan Uni Eropa pada tanggal 29 Maret 2018 nanti. Para pelaku pasar dan investor juga akan menanti pembicaraan Gubernur Bank Sentral Eropa (ECB) Mario Draghi di depan Parlemen Eropa di Brussel, gambaran lebih jelas mengenai rencana pengurangan Quantitative Easing dan kenaikkan tingkat suku bunga pada tahun depan semoga dapat disampaikan.

Gambaran yang lebih jelas akan membantu para pelaku pasar dan investor pada tahun depan untuk menyusun strategi termasuk portfolio mereka. Beberapa sentiment yang dirasa cukup positif ini, akan menjadi pendorong capital inflow di Indonesia, meskipun puncak dari sentiment ini ada pada akhir pekan ini yang dimana pertemuan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping.

Pergerakan market akan tergantung dari pertemuan kedua Presiden ini. Indeks IHSG hari ini memiliki potensi menguat pada rentang support dan resistance di level 5,979-6,024.

Saham-saham yang jadi rekomendasi:
  • MNCN
  • BBRI

2. Mega Capital Sekuritas
Kinerja bursa regional pada ini ditransaksikan menguat. Ini berptonsi mendorong gerak IHSG fluktuatif dengan kecenderungan melemah pada kisaran 5.980 - 6,025.

Sepanjang pekan lalu, IHSG melemah tipis, meskipun di akhir pekan ditutup menguat . Lima dari sembilan sektor ditutup menguat, dipimpin oleh sektor industri dasar dan kimia (+1.62%) dan sektor agrikultur (+1.60%).

Bursa Asia tertekan oleh penurunan tajam di pasar saham China saat berlanjutnya tensi perang dagang dan lesunya kinerja keuangan korporasi di Eropa menambah kekhawatiran mengenai pertumbuhan global. Sedangkan di Amerika Serikat, indeks Dow Jones Industrial Average (-0.73%), indeks S&P500 (-0.66%) dan Indeks Nasdaq Composite (-0.48%) masing-masing ditutup melemah menyusul pelemahan harga minyak dan data ekonomi yang di bawah ekspektasi.

Saham-saham pilihan Mega Capital:
  • LSIP
  • UNVR
  • ITMG
  • BBRI
  • PTBA

3.Valbury Sekuritas Indonesia
Kendati faktor ekternal lemah dukungannya bagi IHSG pada perdagangan saham di pekan ini, tapi faktor internal diperkirakan masih dapat memberikan topangan menyusul sejumlah kebijakan yang mulai mampu meredam gejolak nilai tukar rupiah.

Pemerintah telah memberikan relaksasi Daftar Negatif Investasi (DNI) di paket kebijakan ekonomi ke-XVI. Namun, belum didukung dengan Peraturan Presiden terkait relaksasi DNI yang belum diterbitkan.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, hingga saat ini pihaknya masih akan melakukan sosialisasi dan menerima masukan dari para pengusaha.

Diharapkan dengan relakasasi DNI dapat meningkatkan transaksi modal dan finansial yang dapat menutupi defisit transaksi berjalan yang masih melebar. Pemerintah optimistis relaksasi DNI ini kondisi momentum yang tepat untuk mendorong masuknya aliran dana asing ke Indonesia yang diperkirakan bisa mendorong stabilnya rupiah.

Kenaikan bunga 7 Day Repo Rate (7-DRR) akan memengaruhi pasar uang antar bank (PUAB), yang secara langsung akan menentukan biaya dana. Kenaikan bunga PUAB, akan terefleksikan ke suku bunga deposito.

Untuk mengkompensasi biaya tersebut, berpeluang mendorong kenaikkan suku bunga bunga kredit. Satu sisi, kenaikan bunga kredit tentu akan membuat konsumen dan pelaku usaha menahan diri untuk menarik kredit. Hal in dikhawatirkan pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa melambat.

Sedangkan perlambatan ekonomi muiai terlihat di kuartal III 2018 dengan pertumbuhan ekonomi hanya sebesar 5,17%. Pihak lain, Goldman Sachs memprediksi, pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5% pada tahun 2019.

Alasannya, Perang dagang dan pelambatan pertumbuhan ekonomi global akan mendorong pemerintah Indonesia memprioritaskan stabilitas ekonomi ketimbang pertumbuhan ekonomi.

Realisasi defisit anggaran hingga akhir November telah mencapai 2,2% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Angka tersebut masih di kisaran amanat UU APBNP 2017 yang memandatkan defisit antara 2,6-2,9% dari PDB.

Dari luar negeri, dalam pembicaraan perdagangan AS dan China, pemerintah Cina berharap kedua negara dapat menemukan cara untuk mengelola perbedaan melalui dialog.

Sebelumnya Trump mengeluarkan pernyataan senada bahwa AS berharap dapat membuat kesepakatan dengan Cina  Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping diperkirakan akan mengadakan pembicaraan selama KTT G20 di Buenos Aires, Argentina menjadi fokus perhatian pasar di pekan ini.

Kabar AS lainnya, Trump mengkritik dengan menuduh hakim telah membuat AS menjadi negara yang tidak aman karena telah memperburuk perselisihan  antar pencari suakan di perbatasan AS-Meksiko. Pernyataan Trump ini memicu teguran dari Hakim Agung John Roberts, kepala pengadilan konservatif pengadilan tinggi AS.

Rekomendasi saham dari Valbury Indonesia Sekuritas hari ini, antara lain:
  • PTBA
  • UNTR
  • BBRI
  • BBCA
  • MAIN
  • PWON

4. MNC Sekuritas
Pada awal pekan ini cukup banyak berita negatif membayangi diantaranya kembali turunnya DJIA -0.73%, tajamnya kejatuhan harga Oil -7.71%, Nikel -0.8%, Timah -3.74%, Emas -0.37% serta Coal -0.68% menjadi faktor negatif IHSG ES perkirakan berpeluang turun.

Apresiasi rupiah, turunnya harga komoditas serta aksi beli asing senilai Rp 1.74 triliun selama minggu lalu merupakan antisipasi Window Dressing di bulan Desember dan January Effect diawal tahun 2019.

Rekomendasi saham hari ini, antar lain:
  • BRPT
  • BBNI
  • BBCA
  • ADRO
  • PTBA
  • ITMG
  • UNTR

5. Panin Sekuritas
Secara teknikal, IHSG berpotensi menguat dalam kisaran 5.950 6.100 setelah pekan lalu ditutup menguat sebesar 15,4 poin (+0.25%) menuju 6.006,20. Pada perdagangan pekan lalu IHSD diwarnai aksi profit taking, koreksi yang terjadi pun menjadi koreksi sehat.

Hal ini dibuktikan dengan IHSG kembali lagi di atas level 6.000. Beberapa faktor penting dalam pasar yang perlu diperhatikan adalah rupiah, yield obligasi, dan harga komoditas. Ketiga unsur ini akan membantu dalam menentukan saham apa yang perlu diincar.

Rekomendasi saham hari ini dari Panin Sekuritas antara lain:
  • MAIN
  • BEST
  • INKP
  • WTON

[Gambas:Video CNBC] (hps/ray)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading