Ngeri, Harga Minyak Anjlok Nyaris 12% dalam Sepekan!

Market - Hidayat Setiaji, CNBC Indonesia
24 November 2018 16:38
Ngeri, Harga Minyak Anjlok Nyaris 12% dalam Sepekan!
Jakarta, CNBC Indonesia - Harga minyak dunia jatuh cukup dalam pekan lalu. Kekhawatiran investor terhadap perlambatan ekonomi global semakin nyata dan membebani harga si emas hitam.

Sepanjang pekan lalu, harga minyak brent anjlok 11,92% secara point-to-point. Sedangkan light sweet amblas 10,69%. 

Dalam sebulan terakhir, harga brent sudah berkurang 28,98% dan light sweet terpangkas 24,1%. Sejak awal tahun, harga brent amblas 11,67% dan light sweet ambrol 14,48%. 




Berkurangnya optimisme terhadap prospek perekonomian global menjadi pemberat harga minyak. Amerika Serikat (AS) yang saat ini menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi dunia diperkirakan melambat dalam beberapa waktu ke depan. 

Hingga saat ini, ekonomi Negeri Paman Sam melaju kencang karena dampak stimulus pajak yang dikeluarkan Presiden Donald Trump akhir tahun lalu. Pemotongan tarif Pajak Penghasilan (PPh) orang pribadi dan badan di AS sukses menggenjot konsumsi masyarakat dan korporasi di sana. 

Namun ini tidak akan berlangsung selamanya. Akan datang waktu di mana semua akan kembali ke mode normal. Bahkan kemungkinan ini sudah terjadi pada kuartal IV-2018. 

The Federal Reserve/The Fed memperkirakan ekonomi Negeri Adidaya pada kuartal IV-2019 tumbuh 2,5% secara kuartalan yang disetahunkan (quarterly annualized). Melambat dibandingkan kuartal sebelumnya yaitu 3,5%. 

Saat sang lokomotif memperlambat laju, maka gerbong-gerbong di belakangnya juga akan melambat. Dana Moneter Internasional (IMF) memperkirakan pertumbuhan ekonomi global 3,7% pada 2019, melambat dibandingkan proyeksi sebelumnya yaitu 3,9%. 

Kala ekonomi melambat, maka permintaan energi juga berkurang. Sementara di sisi lain, pasokan minyak malah kemungkinan naik. Organisasi Negara-negara Eksportir Minyak (OPEC) memperkirakan terjadi kelebihan pasokan sekira 1,4 juta barel/hari tahun depan. 

Perlambatan ekonomi plus kenaikan produksi hasilnya pasti penurunan harga. Jika persepsi ini tidak berubah, maka harga minyak masih akan terkoreksi dalam waktu yang tidak sebentar.


TIM RISET CNBC INDONESIA


(aji/aji)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading