Sepekan Melejit 5% Lebih, Harga Minyak Dunia kini Terpeleset

Market - Tirta Citradi, CNBC Indonesia
17 February 2020 11:32
Sepekan Melejit 5% Lebih, Harga Minyak Dunia kini Terpeleset
Jakarta, CNBC Indonesia - Setelah mengalami kenaikan lebih dari 5% di sepanjang pekan lalu, harga minyak mentah kontrak pada hari pertama perdagangan pekan ini mengalami pelemahan. Pelemahan terjadi jelang rilis berbagai data ekonomi yang jadi indikasi dampak virus corona terhadap aktivitas perekonomian.

Data Refinitiv menunjukkan harga minyak mentah kontrak pada Senin (17/2/2020) mengalami penurunan. Minyak Brent yang pekan kemarin berhasil menguat 7,6%, hari ini melemah 0,3% ke US$ 57,15/barel.

Sementara itu di saat yang sama, harga minyak mentah acuan Amerika Serikat (AS) yakni WTI mengalami pelemahan yang lebih landai di 0,08% ke level US$ 52,01/barel setelah mencatatkan penguatan 5% pada pekan lalu.



Kini semua mata tertuju pada dampak virus corona ke perekonomian. Beberapa data ekonomi terutama di kawasan benua kuning akan dirilis pada minggu ini bisa jadi indikator dampak wabah terhadap permintaan minyak.

"Perhatian akan tertuju pada serangkaian rilis data pembacaan awal angka PMI manufaktur di kawasan Asia minggu ini untuk bulan Februari. Data ini bisa jadi indikasi awal dampak virus terhadap rantau pasok global" kata Capital Economics, melansir Reuters.

"Kami memperkirakan datanya akan lemah. Namun jika melebihi perkiraan, maka harga-harga komoditas industri berpotensi untuk mengalami kenaikan" tambah Capital Economics.

Menurut Agensi Energi Internasional (IEA), Konsekuensi dari merebaknya COVID-19 terhadap permintaan minyak akan signifikan.

Permintaan minyak diperkirakan akan terkontraksi 435.000 bpd pada kuartal pertama, kontraksi secara kuartalan untuk pertama kali dalam lebih dari sepuluh tahun terakhir.

Untuk tahun 2020 secara keseluruhan, kami memperkirakan permintaan minyak turun 365.000 - 825.00 bpd, terendah sejak 2011.

Lembaga tersebut juga menyebutkan pada kuartal II permintaan minyak akan mulai kembali normal naik 1,2 juta bpd dan naik lagi 1,5 juta bpd pada kuartal III setelah China memberikan stimulus untuk ekonomi.

Faktor potensi turunnya permintaan inilah yang membuat penasihat organisasi pengekspor minyak dunia dan aliansinya (OPEC+) merekomendasikan pemangkasan produksi minyak yang lebih dalam.

Join Technical Committee (JTC) memberi rekomendasi OPEC untuk memangkas produksi minyak lagi sebanyak 600.000 bpd. Jika hal ini dilakukan, maka total pemangkasan minyak yang dilakukan OPEC+ mencapai 2,1 juta bpd.




TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]




(twg/twg)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading