Cermati 4 Emiten Ini sebelum Perdagangan Saham Dibuka

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
19 November 2018 08:08
Aksi korporasi emiten pada perdagangan hari Jumat pekan lalu.
Jakarta, CNBC Indonesia - Akhir pekan lalu, Jumat (16/11/2018), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di level 6.012,35 poin, menguat 0,95% sepanjang hari. Nilai transaksi tercatat Rp 9,01 triliun dengan volume 11,31 miliar unit saham. Frekuensi perdagangan adalah 428.813 kali.

Penguatan IHSG senada dengan mayoritas bursa saham utama kawasan Asia yang juga menghijau: indeks Shanghai naik 0,41%, indeks Hang Seng naik 0,31%, indeks Straits Times naik 0,92%, dan indeks Kospi menguat 0,21%.


Selain IHSG yang mampu menembus level psikologis 6.000-nya, sejumlah aksi emiten yang terjadi di akhir pekan lalu juga layak disimak. Berikut rangkumannya.


1. BEI Minta Asuransi Tugu Jelaskan Penjualan Saham Rp 574 M
Bursa Efek Indonesia meminta PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU) segera menyampaikan informasi terkait, penjualan saham yang dilakukan salah satu pemegang saham, Kamis (15/11/2018).

Saham PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU) di pasar negosiasi terpantau diborong investor asing hari itu. Nilai beli bersih (net buy) investor asing tersebut mencapai Rp 573,998 miliar.

Volume saham yang ditransaksikan mencapai 280 juta saham atau setara dengan 15,75% dari total saham yang dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) 1,78 miliar saham.

2. Dikabarkan Suntik Go-Jek Rp 4 T, Ini Jawaban Telkom
PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) diberitakan menyuntikkan dana Rp 4 triliun seperti yang dilansir dari sejumlah media regional dan lokal. Menanggapi hal tersebut, Vice President Corporate Communication Telkom Arif Prabowo, memberikan penjelasan kepada CNBC Indonesia.

Menurut Arif, "Setiap aksi korporasi, khususnya terkait dengan Merger and Acquisition, sebagai perusahaan publik Telkom terikat pada Non Disclosure Agreement (NDA) dengan pihak-pihak terkait. Karenanya sepanjang belum ada kesepakatan dari pihak-pihak yang terlibat, Telkom belum dapat memberikan informasi apapun ke publik."

3. Siap-siap! Mandiri Kerek Lagi Bunga Kredit di Januari 2019
Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) Kartika Wirjoatmodjo mengatakan dampak kenaikan bunga acuan masih sangat minium bagi Bank Mandiri saat ini.

"Mungkin kita sesuaikan ke kredit [secara] signifikan di Januari nanti," ujar ketika ditemui dalam acara Breakfast Forum Outlook 2019 ILUNI FEB UI di Gedung Graha Niaga, Jakarta, Jumat (17/11/2018).

4. Chandra Asri Petrochemical Tawarkan Obligasi Rp 500 M
PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) akan segera menawarkan obligasi berkelanjutan II/tahap I/2018 senilai Rp 500 miliar. Obligasi ini menjadi bagian dari obligasi berkelanjutan II senilai total Rp 2 triliun dalam jangka waktu dua tahun ke depan.

Artikel Selanjutnya

Duh! Nasib Sial, IHSG Kehilangan Arah & Anjlok Nyaris 1%


(prm)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading