Defisit Neraca Dagang Membengkak, Rupiah Lesu di Hadapan Yuan

Market - Alfado Agustio, CNBC Indonesia
15 November 2018 11:43
Kurs rupiah kembali loyo di hadapan yuan siang ini, seiring defisit neraca perdagangan per Oktober 2018 yang melebihi ekspektasi pasar.
Jakarta, CNBC Indonesia- Kurs rupiah kembali loyo di hadapan yuan siang ini, seiring defisit neraca perdagangan per Oktober 2018 yang melebihi ekspektasi pasar. 

Pada Kamis (15/11/2018), pukul 11:40 WIB, CNY 1 di pasar spot ditransaksikan di Rp 2.128,56. Rupiah melemah 0,07% dibandingkan perdagangan kemarin. 




Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data terbaru neraca dagang Oktober 2018 defisit US$ 1,82 miliar. Angka ini cukup mengejutkan, sebab beberapa proyeksi memperkirakan defisit tidak sebesar itu. 

Konsensus yang dihimpun oleh CNBC Indonesia memperkirakan defisit US$ 62,5 juta. Sementara trading economics memperkirakan defisit sekitar US$ 170 juta. Membengkaknya defisit, seiring pertumbuhan impor mencapai 23,66% Year-on-Year (YoY). Sementara ekspor hanya tumbuh 3,59% YoY.  

Di sisi lain, neraca perdagangan China justru mengalami kondisi yang lebih baik. Per Oktober 2018, neraca dagang mengalami surplus di level US$ 34,01 miliar. Aliran valas yang masuk, tentu jadi menopang penguatan yuan sehingga rupiah pun tidak berdaya.

Di sisi lain, pelemahan yang ada mengakibatkan harga jual yuan kembali mendekati level Rp 2.200. Berikut data perdagangan di tiga bank nasional terbesar hingga pukul 11:36 WIB: 

BankHarga BeliHarga Jual
Bank MandiriRp 2.025,00Rp 2.174,00
Bank BRIRp 2.048,73Rp 2.197,45
Bank BCARp 2.059,00Rp 2.186,00
   
TIM RISET CNBC INDONESIA
  
(alf/alf)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading