Nantikan Hasil Pemilu Sela AS, Wall Street Menghijau

Market - Prima Wirayani, CNBC Indonesia
07 November 2018 06:35
Nantikan Hasil Pemilu Sela AS, Wall Street Menghijau
Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks-indeks acuan Wall Street menguat pada penutupan perdagangan, Selasa (6/11/2018), saat pasar menantikan hasil pemilihan umum (pemilu) sela Amerika Serikat (AS) yang akan berdampak cukup signifikan bagi investor.

Dow Jones Industrial average melompat 0,68% ke posisi 25.635,01, S&P 500 menguat 0,63% menjadi 2.755,45, sementara Nasdaq Composite naik 0,64% ke 7.375,96. Ketiga indeks acuan tersebut menyentuh posisi tertingginya di perdagangan hari Selasa kurang dari 10 menit sebelum perdagangan ditutup.



Dalam pemilu sela yang diadakan Selasa waktu setempat, Partai Demokrat diperkirakan akan mengambil kendali Dewan Perwakilan Rakyat dari Partai Republik. Partai Republik yang mengusung Presiden AS Donald Trump diramal akan mempertahankan dominasinya di Senat meskipun dengan jumlah yang lebih sedikit, dilansir dari CNBC International.


Pasar saham secara historis tetap berkinerja baik di tengah kondisi pemerintahan yang terbagi. Sejak 1982, S&P 500 mencatatkan rata-rata imbal hasil tahunan sebesar 12% saat Kongres terbagi dan Republikan mengontrol Gedung Putih.

Namun, Goldman Sachs berpendapat bahwa pemilu ini berbeda dan kebuntuan bisa jadi tidak baik bagi pasar. Goldman mengatakan pemerintahan yang dipimpin Partai Republik saat ini telah menjalankan kebijakan-kebijakan kunci yang membantu ekonomi tumbuh dan kebuntuan hanya akan memperlambat kebijakan serupa di kemudian hari.

Analis Bank of America Merrill Lynch mengatakan Kongres yang terbelah sepertinya masih akan menjadi hasil pemilu sela ini.

Apapun hasil pemilu ini, perubahan yang dibawa dapat membuat Kongres mengejar agenda kebijakan yang berbeda, termasuk harga obat yang lebih murah, aturan perbankan, dan belanja pertahanan. Pemilu ini juga dapat berujung pada lebih banyak lagi penyidikan terhadap Trump.

Pasar saham bergejolak dalam beberapa waktu terakhir karena kekhawatiran investor terkait pemilu sela ini ditambah dengan kecemasan akan kenaikan suku bunga dan melambatnya pertumbuhan laba emiten. Cboe Volatility Index, yang dipandang sebagai pengukur kecemasan pasar, menunjukkan kenaikan lebih dari 60% sejak awal kuartal keempat.



Investor juga menantikan keputusan terkait kebijakan moneter bank sentral AS Federal Reserve yang akan disampaikan Kamis mendatang waktu setempat. The Fed diperkirakan akan menahan bunga acuannya namun investor menantikan pernyataan bank sentral untuk mencari petunjuk soal kenaikan suku bunga di Desember. (prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading