Perang Dagang AS-China Mereda, Bursa Saham Asia Terkerek Naik

Market - Anthony Kevin, CNBC Indonesia
02 November 2018 09:09
Perang Dagang AS-China Mereda, Bursa Saham Asia Terkerek Naik
Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa saham utama kawasan Asia kompak dibuka di zona hijau pada hari ini: indeks Nikkei naik 0,34%, indeks Shanghai naik 1,65%, indeks Hang Seng naik 2,22%, indeks Strait Times naik 0,68%, dan indeks Kospi naik 0,34%.

Perkembangan mengenai perang dagang AS-China yang positif membuat investor tertarik untuk memburu instrumen berisiko seperti saham. Melalui cuitan di Twitter, Presiden AS Donald Trump mengungkapkan bahwa dirinya sudah melakukan pembicaraan dengan Presiden China Xi Jinping melalui telepon dan diskusi di antara kedua pemimpin tersebut berjalan dengan baik.

"Baru saja melakukan pembicaraan yang baik dengan Presiden Xi Jinping. Kami membicarakan berbagai topik dengan fokus mengenai perdagangan. Diskusi berjalan baik dan rencananya ada pertemuan saat KTT G20 di Argentina. Kami juga melakukan diskusi yang baik membahas Korea Utara!" sebut Trump.


Sebelumnya, Penasihat Ekonomi Gedung Putih Lawrence Kudlow sempat memberikan pandangan yang optimis mengenai pertemuan di Argentina nanti.

"Kami mungkin akan melakukan dialog yang sangat bagus dengan Presiden Xi," ujar Kudlow.

Bahkan, Kudlow menyebut bahwa bisa saja bea masuk yang selama ini diterapkan bakal dicabut.

"Tidak ada yang ditulis di atas batu. Jika ada kesepakatan dengan China, maka bisa saja berbagai bea masuk akan dihapuskan," ungkapnya kepada wartawan di Gedung Putih, mengutip Reuters.

Positifnya perkembangan mengenai perang dagang AS-China bahkan membuat pelaku pasar seakan melupakan rilis data ekonomi yang kurang menggembirakan. Kemarin (1/11/2018), angka final untuk Nikkei Manufacturing PMI Jepang periode Oktober 2018 diumumkan sebesar 52,9, lebih rendah dari ekspektasi yang sebesar 53,1.

Kemudian, Nikkei Manufacturing PMI Korea Selatan periode Oktober 2018 diumumkan sebesar 51, lebih rendah dari capaian bulan September yang sebesar 51,3.


TIM RISET CNBC INDONESIA



(ank/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading