Rupiah di Posisi Terlemah Tahun Ini dan Sejak Krismon

Market - Hidayat Setiaji, CNBC Indonesia
02 October 2018 08:29
Jakarta, CNBC Indonesia - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) masih melemah. Saat ini memang masih banyak alasan berburu dolar AS sehingga tidak heran mata uang Negeri Paman Sam terus menguat.

Pada Selasa (2/10/2018), US$ 1 sama dengan Rp 14.910 kala pembukaan pasar. Rupiah melemah 0,03% dibandingkan penutupan perdagangan hari sebelumnya.

Seiring perjalanan pasar, depresiasi rupiah kian dalam. Pada pukul 08:05 WIB, US$ 1 dibanderol Rp 14.930 di mana kali ini rupiah melemah 0,17%. Kemudian pada pukul 08:09 WIB, US$ 1 berada di Rp 14.940 dan rupiah sudah terdepresiasi 0,23%.


Rupiah terus melemah. Pada pukul 08:20 WIB, US$ 1 sudah dihargai Rp 14.960, rupiah melemah 0,37%. Dolar AS berada di titik terkuatnya tahun ini dan juga sejak Juli 1998 saat Indonesia dilanda krisis moneter (krismon).



Kemarin, rupiah ditutup melemah tipis 0,03%. Padahal kala pembukaan pasar spot, rupiah masih mampu menguat 0,13%.


Tidak hanya rupiah, berbagai mata uang utama Asia pun sulit menandingi keperkasaan dolar AS. Hanya yuan China yang mampu menguat, tetapi tidak masuk hitungan karena pasar keuangan Negeri Tirai Bambu masih libur memperingati Hari Nasional Republik Rakyat China.

Dengan pelemahan 0,37%, rupiah menjadi mata uang dengan depresiasi paling dalam di Benua Kuning. Sebenarnya India melemah lebih dalam, tetapi pasar keuangan Negeri Bollywood juga libur memperingati hari kelahiran Mahatma Gandhi.

Berikut perkembangan kurs dolar AS terhadap beberapa mata uang utama Asia:




(aji/aji)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading