The Fed Kembali Direspons Positif, Wall Street akan Naik
Anthony Kevin,
CNBC Indonesia
28 September 2018 18:15
Jakarta, CNBC Indonesia - Walaupun terbatas, Wall Street akan dibuka menguat pada perdagangan hari ini. Hal ini terlihat dari kontrak futures tiga indeks saham utama AS: kontrak futures Dow Jones mengimplikasikan kenaikan sebesar 21 poin pada saat pembukaan, sementara S&P 500 dan Nasdaq diimplikasikan naik masing-masing sebesar 2 dan 1 poin.
Hasil pertemuan Bank Sentral AS alias the Federal Reserve kembali direspon positif oleh investor seperti perdagangan kemarin (27/9/2018). Dalam pertemuan yang berakhir pada hari Rabu waktu setempat (26/9/2018), ternyata anggota FOMC tidak semakin hawkish. Padahal, proyeksi pertumbuhan ekonomi dikerek naik tinggi oleh bank sentral.
Pada tahun ini, the Fed memproyeksikan ekonomi AS tumbuh sebesar 3,1%, dari yang sebelumnya hanya 2,8% pada proyeksi bulan Juni. Untuk tahun 2019, proyeksi pertumbuhan ekonomi dinaikkan sebesar 0,1% menjadi 2,5%. Sementara untuk tahun 2020, proyeksinya adalah tetap di level 2%.
Kenaikan suku bunga acuan pada tahun ini tetap diproyeksi sebanyak 4 kali, sementara untuk tahun 2019 tetap 3 kali. Hal ini tentu menjadi kabar baik bagi pasar saham.
Kuatnya laju ekonomi AS lantas dibuktikan oleh rilis pembacaan final data pertumbuhan ekonomi AS kuartal II-2018 yang sebesar 4,2%. Capaian itu merupakan yang tertinggi sejak kuartal III-2014. The Fed Atlanta bahkan memproyeksikan perekonomian Negeri Paman Sam tumbuh sebesar 4,4% pada kuartal-III 2018.
Pada hari ini pukul 19:30 WIB, data pertumbuhan belanja konsumen periode Agustus akan diumumkan, disusul oleh rilis data Chicago PMI pada pukul 20:45 WIB.
Tidak ada anggota FOMC yang dijadwalkan berbicara pada hari ini.
TIM RISET CNBC INDONESIA (ank/hps) Add
as a preferred
source on Google
Next Article
Musim Laporan Keuangan Tiba, Wall Street Dibuka Semringah
Hasil pertemuan Bank Sentral AS alias the Federal Reserve kembali direspon positif oleh investor seperti perdagangan kemarin (27/9/2018). Dalam pertemuan yang berakhir pada hari Rabu waktu setempat (26/9/2018), ternyata anggota FOMC tidak semakin hawkish. Padahal, proyeksi pertumbuhan ekonomi dikerek naik tinggi oleh bank sentral.
Pada tahun ini, the Fed memproyeksikan ekonomi AS tumbuh sebesar 3,1%, dari yang sebelumnya hanya 2,8% pada proyeksi bulan Juni. Untuk tahun 2019, proyeksi pertumbuhan ekonomi dinaikkan sebesar 0,1% menjadi 2,5%. Sementara untuk tahun 2020, proyeksinya adalah tetap di level 2%.
Kenaikan suku bunga acuan pada tahun ini tetap diproyeksi sebanyak 4 kali, sementara untuk tahun 2019 tetap 3 kali. Hal ini tentu menjadi kabar baik bagi pasar saham.
Pada hari ini pukul 19:30 WIB, data pertumbuhan belanja konsumen periode Agustus akan diumumkan, disusul oleh rilis data Chicago PMI pada pukul 20:45 WIB.
Tidak ada anggota FOMC yang dijadwalkan berbicara pada hari ini.
TIM RISET CNBC INDONESIA (ank/hps) Add
source on Google