Tunggu Keputusan BI, Cermati Saham Pilihan Broker Ini

Market - Tito Bosnia, CNBC Indonesia
27 September 2018 09:10
Selain itu, arah IHSG juga akan ditentukan oleh pengumuman suku bunga acuan Bank Indonesia (BI).
Jakarta, CNBC Indonesia - Arah pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini akan ditentukan oleh respons investor investor terhadap keputusan The Fed yang menaikkan suku bunga 25 bps. Selain itu, arah IHSG juga akan ditentukan oleh pengumuman suku bunga acuan Bank Indonesia (BI).

Kemarin, IHSG melemah tipis 0,02% ke level 5.873,27 pada perdagangan kemarin Rabu (26/9/18). Nilai transaksi tercatat sebesar Rp 7,63 triliun dengan volume sebanyak 10,89 miliar unit saham. Frekuensi perdagangan adalah 374.940 kali.

Koreksi yang sudah terjadi pada perdagangan sebelumnya membuat investor mulai kembali mengambil posisi di bursa saham Benua Kuning. Sayangnya, pelemahan rupiah yang terjadi sepanjang hari membuat IHSG akhirnya turun ke zona merah.


Saham-saham yang berkontribusi signifikan dalam mendorong IHSG turun adalah: PT United Tractors Tbk/UNTR (-3,19%), PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk/CPIN (-3,38%), PT Gudang Garam Tbk/GGRM (-1,69%), PT Telekomunikasi Indonesia Tbk/TLKM (-0,56%), dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk/DSSA (-14,68%).

Sementara itu, berikut rekomendasi saham-saham rekomendasi para broker yang patut untuk diperhatikan dalam perdagangan hari ini, Kamis (27/9/18).

1. Kiwoom Sekuritas
Analis dari Kiwoom Sekuritas Maximilianus Nico mengatakan fokus investor untuk hari ini yakni menanti reaksi dari Bank Indonesia (BI) yang akan mengadakan rapat dewan gubernur BI pada hari ini, yang diperkirakan akan berpotensi menaikkan tingkat suku bunga sebesar 25 bps.

"Akan menjadi kejutan apabila menaikkan 50 bps. Secara teknikal, kami melihat indeks IHSG hari ini diprediksi menguat dengan support dan resistance di level 5.859-5.898," ungkap Maximilianus.

Sedangkan saham-saham yang dapat menjadi pertimbangan investor diantaranya :

UNTR membukukan penjualan alat berat sejumlah 3.221 unit pada periode Januari-Agustus 2018. Volume itu mencakup 71,58% dari target sepanjang tahun sejumlah 4.500 unit.

Peningkatan penjualan di dominasi pasar sektor tambang sebesar 53%, konstruksi 21%, perkebunan 16% dan kehutanan 10%.

Secara jangka pendek, rekomendasi jual memiliki probabilitas 52% dengan target di level Rp 29.300 dan exit di level harga Rp 33.800. Sedangkan rekomendasi jual secara jangka panjang memiliki probabilitas 85% di target Rp 28.925 dan exit Rp 33.800, sedangkan support area berada di level Rp 30.975 dan resistance di level harga Rp 31.666.

2. PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS/PGN)
PGAS akan segera menyelesaikan transaksi PT Pertamina Gas (Pertagas), PGN pun akan fokus untuk memperbaiki kinerja dan operasional melalui integrasi dengan Pertagas. Dengan sinergi dua perusahaan diharapkan akan mendongkrak kinerja PGAS.

Strategi beli (buy) secara jangka pendek memiliki probabilitas 82% dengan target di Rp 2.350 dan exit di level Rp 1.850. Strategi beli untuk investasi memiliki probabilitas 61% dengan target di level harga Rp 2.400 dan exit di level Rp 1.750/saham. Area support berada di level Rp 2.000 dan resistance di level Rp 2.165.

3. Indosurya Sekuritas
Analis dari Indosurya Sekuritas William Surya mengatakan bahwa pergerakan IHSG hari ini terlihat masih akan terkonsolidasi wajar sebelum kembali menguat, peluang pergerakan masih berada dalam rentang wajar di kisaran level 5.789 - 6.123.

"Momentum koreksi dapat dimanfaatkan untuk melakukan akumulasi pembelian mengingat dalam jangka panjang IHSG masih menunjukkan peluang uptrend, hari ini IHSG berpotensi menguat," ungkap William.

Sedangkan saham-saham yang layak menjadi perhatian diantaranya saham : INDF, PWON, SMRA, SMCB, TLKM, GGRM, HMSP, BBCA dan ADHI.

4. Binaartha Sekuritas
Analis dari Binaartha Sekuritas Nafan Aji Gusta menyampaikan berdasarkan indikator, pelemahan IHSG kemarin, MACD sudah berhasil membentuk pola golden cross di area negatif. Sementara itu, stochastic dan RSI sudah berada di area netral.

"Saat ini terlihat pola upward bar yang mengindikasikan adanya potensi penguatan pada pergerakan IHSG sehingga berpeluang menuju ke area resistance," ungkap Nafan.

Adapun sejumlah rekomendasi saham yang dapat menjadi pertimbangan investor, antara lain sebagai berikut.
  • AALI
  • BMRI
  • HMSP
  • ITMG
  • TRAM
  • WSBP
5. Samuel Sekuritas
Samuel Sekuritas dalam risetnya menyebutkan setelah The Fed menaikan suku bunga acuan 25bps akan menjadi salah satu sentimen yang mempengaruhi pergadangan pagi ini. The Fed juga menaikan overnight rate menjadi 2%-2.5% dari sebelumnya 1.75%-2%.

Ddari dalam negeri pasar menantikan rilisnya pengumuman suku bunga acuan BI atau 7DRR dengan ekspektasi konsensus naik 25bps menjadi 5.75%. Selain itu, Nilai tukar rupiah tercatat menguat tipis menjadi Rp14.911 vs sehari sebelumnya Rp14.920 (9/25/18), sementara EIDO tercatat melemah.

Saham Pilihan:
  • ASII
  • BRTP
  • ANTM
(hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading