AS-Korsel Teken Perjanjian Dagang, Bursa Saham Asia Menguat

Market - Anthony Kevin, CNBC Indonesia
25 September 2018 17:36
Mayoritas bursa saham utama kawasan Asia ditutup menguat pada perdagangan hari ini.
Jakarta, CNBC Indonesia - Mayoritas bursa saham utama kawasan Asia ditutup menguat pada perdagangan hari ini: indeks Nikkei naik 0,29%, indeks Strait Times naik 0,53%, sementara indeks Shanghai terkoreksi 0,58%. Perdagangan di bursa saham Korea Selatan dan Hong Kong pada hari ini diliburkan.

Sentimen positif bagi bursa saham Benua Kuning datang dari tercapainya kesepakatan dagang antara AS dengan Korea Selatan. Pasca melakukan pertemuan bilateral kemarin sore (24/9/2018), Presiden AS Donald Trump dan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in melakukan penandatanganan perjanjian dagang antar kedua negara yang disebut Trump sebagai sebuah kesepakatan yang sangat besar.

Lebih lanjut, Trump menyebut perjanjian tersebut sebagai sesuatu yang adil dan saling menguntungkan. Perjanjian ini akan mengurangi defisit dagang AS dengan Korea Selatan dan memperbesar peluang ekspor produk-produk AS ke Negeri Ginseng seperti mobil, obat-obatan, dan produk agrikultur.


"Saya rasa petani kami akan sangat senang, dulu sangatlah terbatas dalam hal apa yang bisa mereka lakukan dan apa yang mereka bisa kirimkan dan sekarang ini adalah pasar terbuka dan mereka akan mengirimkan lebih banyak produk pertanian. (Ini) membuat saya merasa sangat senang, saya cinta petani kami," kata Trump yang kemudian menambahkan bahwa perjanjian dagang antar kedua negara akan memberi kesempatan bagi pabrikan mobil asal AS untuk mengekspor hingga 2 kali lipat ke Korea Selatan, seperti dikutip dari CNN.

Tak hanya kesepakatan dagang dengan Korea Selatan, rencana pertemuan dengan Pimpinan Korea Utara Kim Jong Un juga menjadi salah satu materi pembicaraan. Trump menyebut bahwa waktu dan tempat untuk pertemuan kedua dengan Kim Jong Un akan diumumkan "dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama".

Di sisi lain, sentimen negatif datang dari kian memanasnya hubungan dagang AS dengan China. Pasca China menolak undangan dari AS untuk melakukan perundingan, negosiasi antar kedua negara nampak akan kian sulit untuk direalisasikan setelah kemarin Dewan Negara China merilis buku putih yang merangkum friksi dagang dengan AS.

Dalam dokumen tersebut, China sebenarnya ingin menyelesaikan perselisihan dengan AS, tetapi Gedung Putih terus-menerus menantang. Hasilnya adalah friksi yang semakin meruncing.

Bahkan, China menuding AS melakukan penindasan dagang (trade bullyism). AS dinilai mengancam negara-negara lain dengan bea masuk untuk mendapatkan keinginannya.

TIM RISET CNBC INDONESIA
Artikel Selanjutnya

Kesepakatan Dagang AS-Korsel Dorong Bursa Saham Asia Menguat


(ank/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading