Analisis Teknikal

Naik 0,99% di Tengah Perang Dagang, Ini Proyeksi IHSG Sesi II

Market - Yazid Muamar, CNBC Indonesia
19 September 2018 13:20
Naik 0,99% di Tengah Perang Dagang, Ini Proyeksi IHSG Sesi II
Jakarta, CNBC Indonesia - Di tengah makin memanasnya perang dagang, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru ditutup menguat pada sesi pertama perdagangan karena pemerintah China telah memberikan kepastian seputar sikap yang akan diambil. Kenaikan ini diprediksi berlanjut di sesi II.

Beijing mengumumkan akan membalas langkah Amerika Serikat (AS) menerapkan bea masuk atas produk China senilai $200 miliar, dengan menambahkan produk impor asal AS senilai US$60 miliar (Rp 893,9 triliun) ke daftar target komoditas AS yang akan dikenakan tarif impor.

AS mulai menerapkan tarif impor baru tanggal 24 September 2018, yang bakal ditingkatkan menjadi 25% pada 1 Januari 2019, yang akan mendorong China membalas tarif impor pada tanggal yang sama.


Para pelaku pasar di Asia maupun AS menanggapi keterbukaan tersebut dengan melakukan  pembelian saham, salah satunya karena China tidak membalas sebesar tarif AS yang dikenakan kepadanya. Sebelumnya, bursa-bursa dunia tertekan hebat akibat kisruh perang dagang tersebut.

Hari ini, IHSG mengalami kenaikan 57 poin (+0,99%) di level 5.869 hingga penutupan perdagangan setengah hari pertamanya. Nilai transaksi mencapai Rp 3,1 triliun, dengan investor asing mencatatkan aksi beli (net buy) sebesar Rp 68 milar di pasar reguler.

Penguatan IHSG mulai terlihat ketika bursa acuan nasional tersebut dibuka dengan penguatan cukup tinggi mencapai 24 poin, atau tumbuh 0,41% yang kemudian bertambah hingga menyentuh level 5.876 sebagai titik tertingginya sesi I yang terjadi pukul 10:27 WIB.

Berbeda dengan IHSG yang terapresiasi, rupiah justru terdepresiasi. Hingga pukul 12:00 WIB, US$1 ditransaksikan pada Rp 14.885 di pasar spot, melemah 0,24% dibandingkan penutupannya kemarin.

Lalu, bagaimana dengan pergerakan IHSG pada sesi dua? Tim Riset CNBC Indonesia melakukan analisis secara teknikal dengan hasil sebagai berikut:
Naik 0,99% di Tengah Perang Dagang, Ini Proyeksi IHSG Sesi IISumber: Reuters
Secara teknikal, pada sesi II IHSG masih akan bergerak variatif dengan kecenderungan menguat terbatas, mengingat terbentuknya bintang pagi cerah (morning star) yang memberikan sinyal penguatasn lanjutan.

Indeks kembali dalam posisi menguat jangka pendek, karena mampu melewati garis rerata selama 5 harinya (MA 5), berdasarkan indikator teknikal rerata pergerakan hari (simple moving average/MA).

Jika kenaikan berlanjut, kami memprediksi indeks maksimal akan ke 5.909. Namun, Jika terjadi penurunan level, kami memprediksi indeks maksimal akan turun ke 5.854, perhitungan tersebut berdasarkan alat bantu (tools) fibonacci retracement yang kami terapkan pada grafik.

TIM RISET CNBC INDONESIA


(ags/ags)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading