Perbaiki Kinerja, Ini yang Akan Dilakukan Bos Baru Garuda

Market - Tito Bosnia, CNBC Indonesia
12 September 2018 20:22
Perbaiki Kinerja, Ini yang Akan Dilakukan Bos Baru Garuda
Jakarta, CNBC Indonesia - Jajaran baru Direksi PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) menargetkan untuk menurunkan biaya operasional (sewa pesawat) hingga 20%.

Direktur Utama perseroan yang baru I Gusti Ngurah Ashkara Danadiputra  menyampaikan bahwa langkah pertama yang akan dilakukan ialah melakukan negosiasi ulang penyediaan pesawat-pesawat yang telah tersedia (existing) untuk dilakukan perpanjangan sewa kembali.

Renegosiasi tersebut merupakan salah satu langkah perseroan untuk menargetkan penurunan kerugian hingga US$ 50 juta pada akhir 2018. Sebelumnya pada 2017 GIAA mencatat rugi bersih senilai US$ 216,6 juta.


"Biasanya mereka ga bisa banyak turunnya minimum 10-20%. Tapi yang paling penting menutup inefisiensi operasional sampe diakhir tahun 2018, jadi kami akan update lagi detilnya. Renegoisasi khususnya untuk existing flight, narrow body dan wide body," ujar Ari.

Dalam sebulan ini, perseroan menargetkan untuk melakukan renegosiasi maksimal kepada tiga lessor selaku pemilik pesawat terbang untuk menurunkan biaya sewa.

Selain itu, untuk meningkatkan kinerja pegawainya, perseroan juga akan merombak manajemen di sisi human capital untuk bekerja sama membangun perbaikan kinerja perusahaan kedepannya.

Sedangkan dari sisi penerbangan, jajaran direksi baru Garuda Indonesia akan melakukan pembatasan dan menghilangkan rute penerbangan tertentu.

Strategi tersebut dilakukan untuk memaksimalkan potensi rute penerbangan lainnya terutama dari luar Indonesia yang menggunakan maskapai tersebut.

"Yang saya dapat info kan baru last flight itu London tanggal 28 Oktober ya, yang pasti kami manfaatkan pariwisata yaitu cerukan dari China. Justru rute yang paling menguntungkan itu dari domestik, kami akan kembangkan detilnya akan disampaikan minggu depan," tambahnya.


(roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading