Punya Bos Baru, Garuda Masih Evaluasi Penerbitan Global Bond

Market - Tito Bosnia, CNBC Indonesia
12 September 2018 19:55
Punya Bos Baru, Garuda Masih Evaluasi Penerbitan Global Bond
Jakarta, CNBC Indonesia - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) masih menunda rencana penerbitan obligasi dengan denominasi dolar atau global bond sebesar US$ 750 juta.

Dana hasil penerbitan obligasi ini rencananya akan digunakan perusahaan untuk pembiayaan kembali (refinancing) utang-utang perusahaan saat ini sekaligus untuk membiayai modal kerja perusahaan.

Usai dilantik sebagai Direktur Utama baru perseroan, I Gusti Ngurah Ashkara Danadiputra mengatakan saat ini masih berfokus untuk mengubah struktur operasional dan kinerja GIAA dengan target menekan kerugian perseroan pada 2017 hingga senilai US$ 50 juta.


Selain itu, kondisi ekonomi global serta mata uang rupiah yang melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menjadi alasan lain bagi perseroan untuk merencanakan penerbitan obligasi dalam waktu dekat.

"Nanti akan berdiskusi dengan Direktur Keuangan yang baru dahulu, jadi sekarang itu fokusnya bagaimana kami memperpanjang cash flow," ujar pria yang biasa disapa Ari, Rabu (12/9/2018).

Lebih lanjut, perseroan juga masih berfokus untuk melakukan perubahan-perubahan dari sisi internal agar pegawai Garuda Indonesia terutama pegawai non-remunerasi bisa tetap bekerja maksimal dan menopang pertumbuhan kinerja perusahaan ke depannya.

Sebelumnya, mulai hari ini I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra (Ari Askhara) ditunjuk sebagai Direktur Utama Garuda Indonesia yang baru menggantikan Pahala Nugraha Mansury.

Berdasarkan keterangan perseroan, pergantian dan perombakan Direksi perseroan dinilai lebih ke arah untuk perbaikan kinerja perusahaan penerbangan BUMN tersebut.

Sebelumnya perusahaan pada awalnya menargetkan global bond ini dapat diterbitkan pada awal kuartal II-2018. 

(roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading