Pendapatan Naik Signifikan, Laba BUMI Kok Turun?
Tito Bosnia,
CNBC Indonesia
31 August 2018 09:02
Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mencatatkan laba bersih senilai US$ 151,57 juta atau Rp 2,23 triliun di sepanjang semester I tahun ini. Angka tersebut turun 6,58% dibandingkan dengan laba bersih pada periode yang sama tahun lalu senilai US$ 162,25 juta (Rp 2,38 triliun).
Penurunan laba bersih ternyata jauh berbeda dengan pendapatan yang diraih perseroan pada periode tersebut.
Tercatat, pendapatan BUMI naik signifikan (3.494%) menjadi US$ 560,72 juta atau Rp 8,25 triliun dibandingkan dengan pendapatan pada semester I 2017 senilai US$ 15,6 juta.
Lebih lanjut, beban pokok pendapatan selama semester I-2018 senilai US$ 420,86 juta ikut menggerus pos laba bersih milik perseroan. Pada periode yang sama tahun lalu, perseroan belum memiliki beban pokok pendapatan namun BUMI mendapatkan laba neto dari entitas anak senilai US$ 120,82 juta.
Pada semester I-2018, laba neto yang berasal dari entitas anak perseroan tumbuh tipis 5,71% menjadi US$ 127,71 juta.
Liabilitas perseroan naik 1,68% menjadi US$ 3,46 miliar dibandingkan dengan liabilitas pada akhir 2017 senilai US$ 3,41 miliar. Sedangkan ekuitas perseroan turun signifikan (-53,31%) dari sebelumnya US$ 286,35 juta pada akhir 2017 menjadi senilai US$ 438,99 juta pada semester I tahun ini.
Sementara itu, aset perseroan di sepanjang semester I 2018 naik 5,68% menjadi US$ 3,90 miliar dibandingkan dengan aset BUMI pada akhir 2017 senilai US$ 3,69 miliar.
Sebagai tambahan informasi, pada tahun ini perseroan menargetkan tercapainya penurunan utang senilai US$ 2,78 miliar.
Selain itu, dengan target kapasitas produksi 100 juta metrik ton (MT) batubara, perseroan memprediksi produksi dan penjualan pada tahun ini meningkat 8% dengan harga batubara meningkat 5% dibandingkan dengan tahun lalu. (hps/hps) Add
as a preferred
source on Google
Next Article
Laba Bumi Resources Turun, Ini Penjelasan Manajemen
Penurunan laba bersih ternyata jauh berbeda dengan pendapatan yang diraih perseroan pada periode tersebut.
Tercatat, pendapatan BUMI naik signifikan (3.494%) menjadi US$ 560,72 juta atau Rp 8,25 triliun dibandingkan dengan pendapatan pada semester I 2017 senilai US$ 15,6 juta.
Pada semester I-2018, laba neto yang berasal dari entitas anak perseroan tumbuh tipis 5,71% menjadi US$ 127,71 juta.
Liabilitas perseroan naik 1,68% menjadi US$ 3,46 miliar dibandingkan dengan liabilitas pada akhir 2017 senilai US$ 3,41 miliar. Sedangkan ekuitas perseroan turun signifikan (-53,31%) dari sebelumnya US$ 286,35 juta pada akhir 2017 menjadi senilai US$ 438,99 juta pada semester I tahun ini.
Sementara itu, aset perseroan di sepanjang semester I 2018 naik 5,68% menjadi US$ 3,90 miliar dibandingkan dengan aset BUMI pada akhir 2017 senilai US$ 3,69 miliar.
Sebagai tambahan informasi, pada tahun ini perseroan menargetkan tercapainya penurunan utang senilai US$ 2,78 miliar.
Selain itu, dengan target kapasitas produksi 100 juta metrik ton (MT) batubara, perseroan memprediksi produksi dan penjualan pada tahun ini meningkat 8% dengan harga batubara meningkat 5% dibandingkan dengan tahun lalu. (hps/hps) Add
source on Google