Tidak Likuid, MNC Capital Pecah Nilai Harga Saham 1:2

Market - Tito Bosnia, CNBC Indonesia
16 August 2018 12:35
Tidak Likuid, MNC Capital Pecah Nilai Harga Saham 1:2
Jakarta, CNBC Indonesia - PT MNC Capital Indonesia Tbk (BCAP) berencana untuk melakukan pemecahan jumlah lembar saham (stock split) dengan rasio 1:2. Sehingga, nilai nominal masing-masing saham turun dari semula Rp 1.545 menjadi sekitar Rp 772/saham.

Paska stock split tersebut, jumlah saham yang disetor dan ditempatkan perseroan meningkat dari sebelumnya 38,53 miliar menjadi 77,06 miliar saham. Rencana tersebut telah disetujui oleh para pemegang saham perseroan melalui  Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB)  yang dilakukan hari ini.

Direktur Utama Perseroan Wito Mailoa mengatakan, tujuan utama melakukan stock split yaitu untuk menjaga harga sahamnya jauh lebih likuid kedepannya.


"Tujuan kami stock split itu agar saham di MNC Kapital dapat membaik dan lebih terjangkau. Sekarang harga saham kami itu Rp 1.545/saham, mungkin tidak likuid," ujarnya di I-News Tower, Kamis (16/8/18).

Selain itu, pada saat yang bersamaan perseroan juga melakukan peningkatan modal dasar dari sebelumnya 15 miliar lembar saham menjadi 150 miliar lembar saham dengan nominal Rp 100 per saham.

Sehingga, nantinya modal dasar perseroan akan meningkat dari sebelumnya Rp 1,5 triliun menjadi Rp 15 triliun. Peningkatan modal dasar tersbebut diraih perseroan melalui pembagian saham bonus yang berasal dari kapitalisasi agio saham dengan rasio 1:6 yang dilakukan perseroan dengan penerbitan 33,02 miliar saham seharga Rp 100/saham.

Jumlah modal ditempatkan dan disetor BCAP meningkat paska kapitalisasi agio saham tersebut menjadi Rp 3,85 triliun atau sebanyak 38,53 miliar saham.

"Split bonus ini juga bertujuan yang sama agar saham dapat membaik, sehingga usai pembagian saham bonus dan stock split ini diperkirakan nanti harga saham terjangkau oleh investor lainnya," tambah Wito.

Kinerja Semester I-2018

Sepanjang semester I tahun ini, perseroan mencatatkan laba bersih senilai Rp 65,72 miliar. Sebelumnya pada periode yang sama tahun lalu BCAP mencatat kerugian senilai Rp 35,5 miliar.

Kenaikan laba bersih tersbeut didorong oleh pendapatan usaha yang meningkat 7,62% secara YoY menjadi Rp 1,31 triliun. Sedangkan beban pokok pendapatan tercatat turun 12,9% menjadi senilai Rp 1,14 triliun.

"Expect hingga akhir tahun akan lebih baik lagi, laba periode berjalan kami kan sekitar Rp 122 miliar. Ditambah pada tahun-tahun berikutnya potensi pendapatan lebih baik dari 7 unit usaha yang kami miliki," ungkap Wito.

Perseroan merupakan salah satu induk usaha dari 7 unit usaha yang dimilikinya. Salah satunya ialah sebagai pemilik 42,73% saham PT Bank MNC Internasional Tbk (BABP).

Sisanya, unit usaha lainnya yaitu MNC Finance dengan kepemilikan saham 99,99% hingga MNC Leasing, MNC Sekuritas, MNC Asset Management, MNC Insurance dan MNC Life.


(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading