Cawapres Kurang Populer Bagi Investor, IHSG Bertahan Merah

Market - Houtmand P Saragih, CNBC Indonesia
09 August 2018 15:47
Dinamika politik jelang pendaftaran calon presiden (capres) dan wakil presiden (cawapres) menjadi sentimen negatif bagi investor.
Jakarta, CNBC Indonesia - Kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) jelang penutupan masih bertahan di zona merah. Dinamika politik jelang pendaftaran calon presiden (capres) dan wakil presiden (cawapres) menjadi sentimen negatif bagi investor.

Hingga 20 menit jelang penutupan, IHSG tercatat berada terkoreksi 0,52% ke level Rp 6.063,43. IHSG sudah masuk zona merah sejak akhir sesi I.

Kalangan pelaku pasar modal tampaknya masih kurang puas dengan nama-nama cawapres yang bermunculan di media. Presiden Joko Widodo yang merupakan incumbent digadang-gadang akan mengandeng Mahfud MD sebagai cawapres.


Sementara itu, capres lainnya Prabowo Subianto digadang-gadang akan menggandeng Sandiaga Uno sebagai cawapres. Pencalonan Sandiaga tersebut membuat Partai Gerindra dan Partai Demokrat bersitegang.

Merespons nama cawapres yang berkembang tersebut tampaknya investor masih kurang senang. Namun pelaku pasar masih cenderung memilih untuk bersikap status quo atau cenderung ingin agar Presiden Joko Widodo bisa menjabat kembali.

Hingga saat ini belum ada satu nama difavoritkan pelaku pasar modal untuk maju menjadi kandidat cawapres.

Pengamat Pasar Modal dari Universitas Indonesia, Budi Frensidy, mengatakan dinamika politik sekarang pasti punya pengaruh terhadap pasar saham. Pelaku pasar, kata Budi, lebih senang jika incumbent menjabat lagi.

"Incumbent disukai pasar. Pengaruhnya jika Pak Jokowi dipasangkan dengan yg disukai pasar, mestinya ada dan positif tetapi short-term dan tidak besar seperti Maret tahun 2014 waktu namanya diumumkan sebagai capres dari PDIP," kata Budi.

Hal senada juga disampaiakan Analis Senior Kresna Sekuritas Franky Rivan, yang menilai pasar lebih suka incumbent yang berkuasa. Cawapres akan sangat menentukan arah pergerakan pasar.

"Tapi yang jelas biasanya market prefer status quo setiap kali election," kata Franky.
(hps/wed)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading