DMO Batu Bara Buat Rupiah Perkasa, Tapi Entah Besok Bagaimana

Market - Hidayat Setiaji, CNBC Indonesia
30 July 2018 16:47
Dolar AS Sejatinya Perkasa, Tapi Rupiah Bisa Berjaya

Dolar AS Sejatinya Perkasa, Tapi Rupiah Bisa Berjaya

Investor memang tengah mengalihkan fokus ke AS. Pekan ini, tepatnya Kamis dini hari waktu Indonesia, The Federal Reserve/The Fed akan menggelar rapat bulanan untuk menentukan suku bunga acuan.

Pasar masih memperkirakan The Fed menahan suku bunga acuan di 1,75-2% dengan probabilitas 97% menurut CME Fedwatch. Namun, pasar ingin memantau arah kebijakan moneter The Fed ke depan.

Investor ingin mendapat kepastian apakah The Fed masih akan cenderung hawkish dengan menaikkan suku bunga acuan dua kali lagi sampai akhir tahun. Dengan begitu, kenaikan suku bunga acuan menjadi empat kali sepanjang 2018, lebih banyak dibandingkan perkiraan pasar sebelumnya yaitu tiga kali. 


Perkembangan ini membuat dolar AS menjadi buruan pelaku pasar. Tingginya minat investor menjadi bahan bakar penguatan greenback di Asia. 

Namun rupiah relatif imun terhadap keganasan dolar AS. Sebab, ada sentimen domestik yang menopang penguatan rupiah yaitu kabar pencabutan DMO batu bara yang berhembus akhir pekan lalu. 

Pencabutan DMO akan membuat ekspor Indonesia meningkat sehingga aliran devisa lebih banyak masuk dan menopang fundamental rupiah. Ketika ditopang devisa ekspor, penguatan rupiah bisa lebih stabil ketimbang saat disokong aliran modal portofolio alias hot money

Selain itu, pencabutan DMO juga membuat aliran modal asing deras masuk ke pasar saham, terutama memburu saham-saham sektor pertambangan. Pada penutupan perdagangan hari ini, indeks sektor pertambangan menguat 2,72%, tertinggi di antara sektor-sektor lainnya. Penguatan saham pertambangan menjadi kontributor utama laju IHSG yang mencapai 0,65%. 

Saham pertambangan menjadi favorit karena pencabutan DMO akan meningkatkan ekspor emiten-emiten batu bara. Peningkatan ekspor akan membuat laba mereka tumbuh signifikan. Potensi kenaikan laba ini membuat saham pertambangan menjadi seksi di mata investor. 

Oleh karena itu, rupiah patut berterima kasih kepada kabar pembatalan DMO batu bara. Sebab, sentimen ini terbukti ampuh menahan rupiah di teritori positif di tengah gelombang keperkasaan greenback di Benua Kuning. 


(aji/aji)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading