Alasan Devisa Ekspor Tak Kembali ke RI Semua

Market - Chandra Gian Asmara, CNBC Indonesia
27 July 2018 - 15:51
Alasan Devisa Ekspor Tak Kembali ke RI Semua
Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Joko Widodo (Jokowi) tengah menyiapkan berbagai macam strategi untuk menjaga nilai tukar rupiah yang semakin merosot. Salah satunya, membujuk pengusaha kelas kakap memulangkan devisanya ke Indonesia.

Namun, bukan perkara mudah memulangkan arus devisa tanpa adanya pemberian insentif. Apalagi, ada beberapa alasan yang kemungkinan akan membuat para pengusaha enggan memulangkan devisanya ke pasar keuangan Indonesia.

"Mungkin ada banyak faktor. Misalnya, dia [pengusaha] ada kredit di luar negeri, sementara yang ditempatkan tidak memiliki cabang di Indonesia," ungkap Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual kepada CNBC Indonesia, Jumat (27/7/2018).


Selain itu, sambung David, faktor psikologis di tengah ketidakpastian global. Ketika dolar AS semakin perkasa, maka kalangan pengusaha kelas kakap itu tentu akan berpikir dua kali sebelum menukarkan dolar AS yang dimilikinya.

Sementara di sisi lain, kalangan pengusaha masih membutuhkan dolar AS untuk kebutuhan belanja modal. Jika dolar AS yang mereka miliki ditukar dalam kondisi rupiah bergejolak, maka tentu biaya yang harus dikeluarkan untuk membeli dolar AS akan bertambah.

"Ada kekhawatiran, dia tidak bisa mendapatkan dolar lagi karena kurs berfluktuatif. Apalagi ketika mereka membutuhkan impor bahan baku," jelasnya.

Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede menambahkan, kepastian menjadi kunci penting dan bisa menjadi salah satu cara untuk menarik pulang devisa pengusaha. Ketika diberikan kepastian, maka psikologis pengusaha pun tidak akan terganggu.

"Jadi bagaimana pemerintah dan BI meyakinkan eksportir bahwa rupiah harus tetap terjaga di level stabil dan tidak berfluktuatif terlalu tinggi atau volatilitasnya tinggi," jelasnya.


(dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading