Dari 5 Saham Anggota Baru LQ45, Mana Paling Menarik?

Market - Anthony Kevin, CNBC Indonesia
25 July 2018 20:15
Dari deretan saham penghuni baru indeks LQ45, mana yang paling menarik dan bisa dilirik oleh investor?
Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa Efek Indonesia (BEI) akan merombak formasi saham-saham yang masuk dalam indeks LQ45 pada bulan Agustus mendatang. Nantinya, sebanyak 5 saham akan ditendang dari indeks bergensi tersebut dan digantikan oleh 5 pendatang baru.

Saham-saham yang akan didepak dari indeks LQ45 adalah: PT Global Mediacom Tbk (BMTR), PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Hanson International Tbk (MYRX), PT Pakuwon Jati Tbk (PWON), dan PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM).

Sementara itu, wajah-wajah baru penghuni indeks LQ45 adalah: PT Sentul City Tbk (BKSL), PT Elnusa Tbk (ELSA), PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP), PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG), dan PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC).


Dari deretan saham penghuni baru indeks LQ45, mana yang paling menarik dan bisa dilirik oleh investor?

Saham-saham yang bisa menjadi pilihan adalah yang memiliki valuasi relatif murah. Salah satu indikator yang sering digunakan adalah Price-Earnings Ratio (PER).

Tim riset CNBC Indonesia merangkum PER dari setiap saham yang akan bergabung dalam indeks LQ45 pada bulan depan, dibandingkan dengan PER dari sektor industrinya.

Dari 5 Saham Anggota Baru LQ45, Mana Paling Menarik?Foto: CNBC Indonesia/Anthony Kevin


Dari kelima saham di atas, hanya BKSL yang valuasinya relatif lebih mahal jika dibandingkan dengan sektor industrinya, sementara sisanya relatif lebih murah. Namun, saham INKP memiliki selisih PER yang sangat jauh dengan sektor industrinya yakni industri dasar.

Secara fundamental, kinerja dari emiten ini bisa dibilang sangat positif. Sepanjang tahun 2017, laba bersih INKP meroket hingga 103,9% menjadi US$ 413,2 juta, dari yang sebelumnya US$ 202,7 juta pada tahun 2016. Kenaikan laba bersih salah satunya ditopang oleh kenaikan penjualan yang sebesar 15% menjadi US$ 3,1 miliar, dari yang sebelumnya US$ 2,7 miliar.

Kinclongnya kinerja keuangan perusahaan berlanjut pada kuartal-I 2018. Sepanjang kuartal-I 2018, laba bersih INKP naik hingga 80,8% menjadi US$ 155,1 juta, dari yang sebelumnya US$ 85,8 juta pada kuartal-I 2017. Penjualan naik sebesar 13,1% menjadi US$ 843,7 juta, dari yang sebelumnya US$ 746 juta.


TIM RISET CNBC INDONESIA

(ank/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading