Bunga Acuan BI Naik 100 bps, Leasing Astra Tahan Bunga Kredit

Market - Samuel Pablo, CNBC Indonesia
24 July 2018 20:12
Suparno mengatakan tahun ini ingin mengelola perusahaan jasa keuangan perusahaan dengan prudent dan dengan risk management yang baik.
Jakarta, CNBC Indonesia - Direktur PT Astra International Tbk, yang juga Director in Charge Astra Financial, Suparno Djasmin menegaskan perusahaan pembiayaan Grup Astra belum akan menaikkan bunga pinjaman untuk pembelian kendaraan.

Suparno menjelaskan, masih mengkaji dan mencermati sejauh mana dampak kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia yang sudah mencapai 100 bps terhadap pembiayaan otomotif grup Astra, khususnya biaya dana (cost of fund) perusahaan.

"Begini, kenaikan suku bunga BI ini kita akan lihat sejauh mana, apakah masih dalam batas-batas yang masih bisa kita absorb atau memang sesuatu yg harus kita transfer ke konsumen. Sampai sejauh ini, ya kurang lebih masih sama. Kalau suku bunga naik, otomatis menyebabkan kredit itu berpengaruh," jelas Suparno di Hotel Shangri-La, Selasa (24/7/2018).


"Tapi pengaruhnya berapa besar, kita sedang kaji dan mencermati terus kebijakan BI selanjutnya, dampaknya seperti apa terhadap cost of fund kita. Jadi kita belum ada kenaikan maupun proyeksi kenaikan, masih seperti apa kita hari ini."

Presiden Direktur PT Federal International Finance (FIFGroup) Margono Tanuwijaya mengatakan pihaknya terus berupaya mengutamakan kepentingan konsumen dengan menyerap kenaikan suku bunga melalui efisiensi di lini bisnis lainnya, seperti marketing.

"FIF pasti mengutamakan konsumen, BI sudah naik 100 bps FIF sampai sekarang belum. Jadi dampak suku bunga kami absorb dengan efisiensi misalkan marketing kami kurangi. Tapi kalau naik terus, ada limitnya. Sampai saat ini dengan 100 bps kami masih berupaya tahan terus. Kami tidak mau pasar motor terbebani dan demand-nya turun. [Pembiayaan] sepeda motor itu kontribusinya 67 persen," jelas Margono di tempat yang sama.

Sebagai informasi, perusahaan pembiayaan otomotif di bawah Astra Financial terdiri atas PT Astra Sedaya Finance (ACC) yang menawarkan pembiayaan mobil segala merk, FIFAGroup yang merupakan perusahaan pembiayaan sepeda motor Honda (FIFASTRA), serta PT Toyota Astra Financial Services (TAF) yang menawarkan pembiayaan mobil Toyota, Daihatsu, dan Lexus.

Total pembiayaan Astra Financial sepanjang tahun lalu mencapai Rp 80 triliun dengan angka non-performing financing/NPF (kredit bermasalah yang overdue di atas 90 hari) dari ketiga leasing company tersebut sebesar 0,6%.

Suparno mengatakan tahun ini ingin mengelola perusahaan jasa keuangan perusahaan dengan prudent dan dengan risk management yang baik.

"Kita approachnya juga cenderung lebih konservatif, jadi provisinya adalah harus bisa cukup untuk menutupi net loss yg terjadi, jadi approach kita prudential. Tahun ini kami harap total pembiayaan setidaknya tidak turun. Driver-nya masih FIFGroup, ACC, dan juga TAF yang punya portofolio cukup besar," jelas Suparno.
Artikel Selanjutnya

Waduh! Sudah 583.000 Debitur Leasing Minta Libur Cicil Kredit


(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading