Bukit Asam akan Angkut 60 Juta Ton Batu Bara via Kereta Api

Market - Tito Bosnia, CNBC Indonesia
23 July 2018 13:27
Bukit Asam akan Angkut 60 Juta Ton Batu Bara via Kereta Api
Jakarta, CNBC Indonesia -  PT Bukit Asam Tbk (PTBA) berencana meningkatkan kapasitas volume produksi batu bara dengan mengembangkan jalur angkutan kereta api dengan total kapasitas angkut mencapai 60 juta ton/tahun.

Untuk proyek pertama, perseroan akan mengembangkan angkutan batu bara di Tanjung Enim di sebelah selatan dengan kapasitas angkut 20 juta ton per tahun dan diperkirakan beroperasi pada 2020 mendatang.

"Kemudian di lokasi tersebut ditambah lagi kapasitasnya menjadi 45 juta ton per tahun yang direncanakan beroperasi pada tahun 2022. Lalu pengembangan arah utara dengan kapasitas angkut 10 juta ton per tahun yang juga beroperasi pada 2022," ujar Arviyan Arifin Direktur Utama PTBA di The Ritz Carlton Hotel Mega Kuningan, Senin (23/7/18).


Sementara itu, kapasitas angkut batu bara akan ditambah 5 juta ton per tahun berlokasi di Dermaga Kertapati dan beroperasi pada Agustus 2019.

Pada tahun ini, perseroan melalui PT Kereta Api Indonesia akan mengangkut batu bara dari lokasi tambang di Tanjung Enim sebanyak 23,10 juta ton atau meningkat 8% dibandingkan daya angkut tahun lalu.

"Porsi dari daya angkut tersebut mayoritas yaitu 19,40 juta ton menuju pelabuhan Tarahan di Bandar Lampung. Sisanya sebanyak 3,7 ton menuju dermaga Kertapati di Palembang," tambah Arviyan.

Sementara untuk biaya pengembangan proyek tersebut mulai masuk dalam total anggaran belanja modal (capital expenditure/capex) pada 2018 yaitu sebesar Rp 6,55 triliun dan akan bertambah seiring dengan proyek yang akan terus berjalan.

"Tahun ini untuk investasi anggarannya untuk investasi rutin Rp 1,43 triliun dan sisanya Rp 5,12 triliun untuk investasi pengembangan," ungkap Arviyan.

Pengembangan proyek lainnya yaitu Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Sumsel 8 (Banko Tengah 2x620 MW), PLTU Kuala Tanjung (2x350 MW), PLTU Halmahera Timur (2x40 MW) serta di Sumatera Utara, Kepulauan Riau dan Sumatera Selatan (35 MW, 33,68 MW dan 30 MW).

Pada tahun ini, perseroan juga menargetkan peningkatan volume penjualan menjadi sebesar 25,88 juta ton atau meningkat 10% dibandingkan realisasi penjualan tahun lalu sebesar 23,63 juta ton.

Penjualan tersebut memiliki komposisi 53% atau 13,74 juta ton untuk pasar domestik dan 47% atau 12,15 juta ton untuk pasar ekspor. (hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading