Akuisisi Freeport, Bank BUMN Tidak Dilibatkan dalam Pendanaan

Market - Rivi Satrianegara, CNBC Indonesia
18 July 2018 18:44
Akuisisi Freeport, Bank BUMN Tidak Dilibatkan dalam Pendanaan
Jakarta, CNBC Indonesia - Pendanaan kepada PT Indonesia Asahan Aluminium dalam rangka akuisisi 51% saham PT Freeport Indonesia kemungkinan besar tidak melibatkan bank lokal, termasuk badan usaha milik negara (BUMN).

Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Maryono menyebut tidak akan ada bank BUMN yang akan memberi pinjaman kepada Inalum atas rencana mengambil alih 51% saham PT Freeport Indonesia.

Maryono mengatakan informasi itu dia dapat langsung dari Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survei dan Jasa Konsultasi Kementerian BUMN, Gatot Trihargo. Informasi tersebut, disampaikan Maryono, diterima beberapa hari yang lalu.


"Alasannya juga supaya ada juga uang mengalir dari negara-negara lain sehingga bisa menambahkan devisa kita," kata Maryono di kantor BTN, Rabu (18/7/2018).

"Kami dari BTN tidak akan ikut dalam pembiayaan dalam pengalihan saham Freeport dan bank BUMN juga kemungkinan sama, tidak ikut dalam pembiayaan," kata Maryono yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).

Selain itu, tuturnya, pinjaman kepada Inalum pun bukan merupakan sektor yang sesuai dengan bisnis BTN.

Sebelumnya Direktur Utama Inalum mengklaim memiliki dana tunai Rp 20 triliun untuk melakukan akuisisi divestasi saham PT Freeport Indonesia. Selain itu Inalum juga akan mencari pinjaman dari bank untuk proses akuisisi senilai Rp 57 triliun.

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyebut lebih dari 4 bank asing siap bergotong-royong bersama bank nasional untuk menyalurkan kredit sindikasi untuk akuisisi PT Freeport Indonesia.

Sementara itu Deputi Pertambangan, Industri Strategis, dan Media Kementerian BUMN, Fajar Harry Sampurno, mengemukakan ada lebih dari 4 bank asing yang akan melakukan kredit sindikasi ke PT Inalum (Persero) sebagai eksekutor akuisisi.

"Banknya bisa nambah bisa kurang. Ada luar negeri ada dari dalam negeri. Bank asing lebih dari 4 bank," ungkap Fajar usai rapat kerja bersama Komisi VI DPR, Rabu (11/7/2018). (dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading