Euro Menguat Berkat Kabar Positif Jerman, Rupiah Melemah

Market - Alfado Agustio, CNBC Indonesia
06 July 2018 15:49
Rupiah melemah terhadap euro siang ini, menyusul perkembangan sektor industri di Jerman.
Jakarta, CNBC Indonesia - Rupiah bergerak melemah terhadap euro pada perdagangan siang ini, menyusul perkembangan sektor industri di Jerman. Selain itu, sentimen lain datang dari potensi meredanya ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Uni-Eropa (UE). 

Pada Jumat (6/7/2018) pukul 14:55 WIB, 1 euro dibanderol Rp 16.834,18. Rupiah melemah 0,04% dibandingkan penutupan perdagangan kemarin. Pelemahan ini mendorong harga jual euro menembus di atas Rp 17.000/EUR.

Berikut data perdagangan di beberapa bank nasional hingga pukul 14:40 WIB:


BankHarga BeliHarga Jual
Bank MandiriRp 16.501,00Rp 16.920,00
Bank BNIRp 16.613,00Rp 17.029,00
Bank BRIRp 16.720,44Rp 16.935,59
Bank BCARp 16.597,00Rp 17.026,00

Sentimen penguatan euro datang dari rilis data tingkat produksi industri (Industrial Output) di Jerman per Mei 2018. Dalam data tersebut, tingkat produksi tumbuh hingga 2,6% secara (month-on-month/MoM). Angka ini lebih tinggi dari perkiraan Reuters di kisaran 0,3%.
 

Peningkatan signifikan ini tidak lepas dari meningkatnya permintaan. Dalam data yang sama, tingkat permintaan barang terhadap industri juga dilaporkan tumbuh 2,6% atau naik dua kali lipat lebih dari perkiraan Reuters di kisaran 1,1%. 

Perkembangan sektor industri di Jerman memberikan efek baik bagi UE. Pasalnya, Jerman merupakan salah satu motor utama ekonomi Benua Biru. Pertumbuhan ekonomi Jerman berdampak positif bagi Eropa Barat, termasuk memacu penguatan mata uang tunggal Eropa. 

Di sisi lain, faktor penguat euro datang dari tensi perang dagang antara AS dan UE yang sedikit mereda. Saat ini, negara-negara ona Euro berupaya untuk mencegah perang dagang dalam skala besar dengan AS. 

Para pejabat Eropa sedang mempertimbangkan untuk bernegosiasi tentang pemotongan tarif bea masuk antar eksportir mobil terbesar dunia, termasuk dengan pabrikan mobil asal AS. 

UE mengenakan bea masuk 10% atas impor mobil AS, sedangkan AS mengenakan tarif sebesar 2,5%. 
Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan, pihaknya akan menurunkan tarif bea masuk untuk mobil asal AS. Namun sejauh ini UE belum satu suara. 

"Untuk negosiasi atas nama Uni Eropa membutuhkan posisi bersama. Kami masih membahasnya," ujar Merkel, dikutip dari Reuters. 
Inisiatif UE ini sedikit meredakan kekhawatiran global terhadap perang dagang dan membantu euro menguat, sehingga rupiah di sisi lain menjadi tertekan. 

TIM RISET CNBC INDONESIA
Artikel Selanjutnya

ECB Diprediksi Hawkish, Rupiah Melemah 0,65% terhadap Euro


(ags/ags)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading