Sebut Ekonomi Sedang Sulit, Ini Pesan Jokowi Bagi Para Bupati

Market - Arys Aditya, CNBC Indonesia
06 July 2018 08:41
Sebut Ekonomi Sedang Sulit, Ini Pesan Jokowi Bagi Para Bupati
Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Joko Widodo buka-bukaan soal situasi ekonomi terkini di hadapan para bupati dari seluruh Indonesia, Kamis (5/7/2018).

Presiden mengungkapkan laju pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai level 5% patut disyukuri apabila melihat situasi global. Pasalnya, ekonomi dunia dalam beberapa waktu terakhir sulit diprediksi.

"Kita harus bicara apa adanya bahwa situasi ekonomi dunia sekarang ini masih betul-betul pada posisi yang sangat sulit," katanya di Istana Bogor.


"Saya kira bapak-ibu semuanya, bupati juga merasakan betapa ketidakpastian ekonomi dunia itu betul-betul sulit dikalkulasi dan sulit dihitung."

Para bupati pun merespons pernyataan Kepala Negara. Usai pertemuan, sejumlah bupati menyampaikan dua hal yang disarankan oleh Presiden untuk menghadapi situasi sulit tersebut.

Pertama, program daerah harus fokus. Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah mengungkapkan Presiden mengarahkan agar kepala daerah lebih fokus terhadap program prioritas agar keluar dari situasi sulit tersebut. Dia menyebut Kepala Negara juga menyadari bahwa APBD sangat terbatas.

"Ini kesempatan yang sangat berharga buat kami para kepala daerah yang pada hari ini dijamu dengan kegiatan sangat santai, jadi kami bisa leluasa menyampaikan beberapa hal," tuturnya.

"Pusat kan fokus ke infrastruktur, daerah mau ke mana? Tolong fokus. Begitu kata Presiden. Fokus itu yang bisa membuat program kelihatan hasilya."

Dia mengatakan Presiden juga menyarankan kepada bupati untuk tidak segan melakukan fokus program, tidak lagi membagi-bagikan anggaran untuk semua dinas karena hal itu tidak berguna.

Bupati Pasangkayu Agus Ambo Djiwa menuturkan fokus program tersebut harus disesuaikan dengan karakteristik daerah masing-masing. Agus bahkan menyebut istilah 'monopoli program'.

"Kami bupati tidak boleh lagi menganggarkan untuk menyenangkan dinas-dinas, jadi uangnya dibagi habis. Presiden maunya fokus, Kalau mau jalan, jalan semua. Kalau di situ ada persoalan sawah, pengairan supaya lebih terarah uangnya rakyat. Uangnya kecil tapi rasa manfaatnya besar."

Di sisi lain, Bupati Jember Faida mengatakan Presiden merespons dengan baik beberapa persoalan di daerah, antara lain mengenai kucuran dana dari pusat yang kerap tidak sesuai kebutuhan dan rekrutmen aparatur sipil negara (ASN).

"ASN di K2 yang sudah lama menunggu dan bagaimana kekurangan tenaga PNS karena beberapa tahun tidak ada rekrutmen dan masalah di masing-masalah daerah yang sedikit berbeda antar satu dengan yang lain."

Kedua, perbaikan pengurusan izin berusaha. Bupati Nias Sokhiatullo Laoli mengemukakan Presiden menekankan agar daerah bisa mengikuti perkembangan dunia yang serba digital, khususnya untuk mempercepat pelaksanaan perizinan berusaha secara digital.

Dia mengatakan Presiden Jokowi bisa memahami kenapa ada daerah yang tidak bisa berlari dengan cepat dalam soal pengurusan izin. Untuk itu, Laoli mengatakan pengembangan sumber daya manusia di daerah harus terus dilakukan.

"Jadi SDM kami harus dibangun, pegawai kami lama lama dan rekrutmen fresh sudah tidak ada karena moratorium. Merekalah nanti yang bisa jalankan OSS itu. Yang lama-lama, ibaratnya yang hanya bisa SMS itu nggak bisa lagi," katanya.

(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading