Meski Untung, VIVA Putuskan Tak Bagi Dividen

Market - Houtmand P Saragih, CNBC Indonesia
26 June 2018 18:53
Meski Untung, VIVA Putuskan Tak Bagi Dividen
Jakarta, CNBC Indonesia - PT Visi Media Asia Tbk (VIVA) memutuskan tidak membagikan dividen meskipun pada 2017 membukukan laba sebesar Rp 151,7 miliar. Perseroan menggunakan laba bersih untuk modal kerja dan pengembangan perusahaan.
 
"Anggaran dasar perusahaan menyatakan apabila perusahaan bukukan laba bersih pada tahun berjalan, maka dapat dibagikan sebagai dividen. Namun, pembagab dividen tergantung kepada keuntungan perusahaan, sehingga mengingat pada 31 Desember 2017 posisi laba ditahan perusahaan masih negatif, maka perusahaan belum bisa membagikan dividen untuk saat ini," tutur Presiden Direktur VIVA Anindya Novyan Bakrie kepada media saat dijumpai dalam rapat umum pemegang saham perusahaan, di Jakarta, Selasa (26/6/2018).
 
Lebih lanjut, Anindya memaparkan, meskipun diputuskan tidak membagi dividen, perusahaan mencatatan kinerja signifikan sepanjang 2017. Ia mengatakan, di tengah menurunnya belanja iklan bersih (NetADEX) TV Free to Air (FTA) yang turun sebesar 2,3%, VIVA masih mampu mencapai pertumbuhan pendapatan sebesar 3,3% menjadi Rp2,77 trilliun. Sementara itu, laba bersih pada 2017, tercatat Rp 151,7 miliar dibandingkan tahun sebelumnya Rp 408,6 miliar.
 
"Pencapaian di atas disebabkan oleh penghasilan yang bersifat one-time yang timbul dari partisipasi perseroan di program tax amnesty pada 2016. Jika disesuaikan untuk penghasilan yang bersifat one-time ini, laba bersih pada 2016 tercatat sebesar Rp131 miliar dengan pertumbuhan sebesar 15,8 persen pada 2017," ucap Anindya.
 
Untuk tahun ini menargetkan diharapkan untuk dapat meningkatkan kinerja tersebut, dan tumbuh dua kali lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan rata-rata industri.
 
"Pertumbuhan di VIVA juga baik, mengingat industri tahun lalu cuma tumbuh 2%. Di 2017 kami juga tumbuh meski tidak besar, sehingga kami berharap, pertumbuhan lebih besar lagi 2018," ungkapnya.


(hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading