Euforia Keputusan OPEC Tak Bertahan Lama, Harga Minyak Turun

Market - Hidayat Setiaji, CNBC Indonesia
25 June 2018 10:43
Euforia Keputusan OPEC Tak Bertahan Lama, Harga Minyak Turun
Jakarta, CNBC Indonesia - Harga minyak dunia berbalik melemah setelah menguat akhir pekan lalu. Kenaikan produksi si emas hitam menyebabkan harga terseret ke bawah. 

Pada Senin (25/6/2018) pukul 10:31 WIB, harga minyak jenis brent turun 1,83%. Sementara harga minyak jenis light sweet juga terkoreksi 0.29%.

Euforia Keputusan OPEC Tak Bertahan Lama, Harga Minyak Turun Harga minyak brent dan light sweet (Reuters)

Sejak akhir pekan lalu, harga minyak sebenarnya naik. Bahkan kemarin harga minyak light sweet naik lebih dari 4% dan brent melonjak 3% lebih. 


Penyebab lonjakan harga minyak kemarin adalah keputusan Organisasi Negara-negara Eksportir Minyak (OPEC) yang dinilai cukup moderat. Dalam pertemuan di Wina (Austria) akhir pekan lalu, OPEC sepakat untuk menaikkan produksi minyak sekitar 1 juta barel/hari. Namun tidak ada target yang dibebankan kepada masing-masing negara anggota. 

Pelaku pasar menilai kenaikan produksi 1 juta barel/hari tidak terlalu besar. Bahkan secara riil di lapangan, kenaikan produksi mungkin hanya sekitar 770.000 barel/hari karena beberapa negara seperti Venezuela atau Iran akan sulit menaikkan produksi minyak. Oleh karena itu, kenaikan produksi tersebut diperkirakan bisa diserap oleh pasar sehingga tidak akan ada kelebihan pasokan yang terlampau besar. 

"Kami awalnya mengira akan ada kenaikan produksi sampai 1,8 juta barel/hari. Namun nyatanya mungkin tidak sampai 1 juta barel/hari," ujar John Kilduff, Analis di Again Capital, dikutip dari Reuters. 

Namun euforia keputusan OPEC ini tidak bertahan lama. Sebab, bisa jadi tambahan pasokan di lapangan terlalu banyak sehingga tidak terserap oleh pasar. Barclays memperkirakan pasokan minyak dunia yang awalnya diperkirakan defisit 0,2 juta barel/hari pada semester II-2018 menjadi surplus 0,2 juta barel/hari.  

Situasi ini menyeret harga minyak ke zona negatif. Ternyata keputusan OPEC tidak lama menyokong penguatan harga.

TIM RISET CNBC INDONESIA


(aji/aji)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading