Rupiah Bergejolak, Indofood Pede Tak Lindung Nilai

Market - Donald Banjarnahor, CNBC Indonesia
31 May 2018 19:02
Rupiah Bergejolak, Indofood Pede Tak Lindung Nilai
Jakarta, CNBC Indonesia - Di tengah gejolak nilai tukar yang terjadi beberapa pekan ini, PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) mengaku tidak melakukan lindung nilai atau hedging terhadap utang luar negeri yang dimiliki.

Direktur Indofood Thomas Tjhie mengatakan secara rutin melaporkan utang luar negeri ke Bank Indonesia (BI) untuk kewajiban tiga bulan ke depan.

"Kebetulan berdasarkan formula yang kami kirimkan ke BI, Indofood tidak diperlukan untuk menutup hedging," ujar Thomas, Kamis (31/5/2018).


Menurutnya, kesimpulan tersebut didapat karena perseroan dianggap masih memiliki kemampuan untuk melakukan pembayaran mata uang asing untuk jangka tiga bulan ke depan.

"Jadi kami tidak melakukan hedging sesuai dengan peraturan BI," ujarnya.

Direktur Utama Indofood Anthony Salim mengatakan neraca Indofood sudah cukup seimbang antara pinjaman Rupiah dan pinjaman Dolar. "Pendapatan Indofood sendiri terdiri atas domestik dan ekspor, jadi sebenarnya sudah terjadi natural hedge," ujarnya.

Natural hedge adalah proses lindung nilai secara natural karena pendapatan perusahaan berdasarkan mata uang asing sehingga bisa digunakan untuk menutupi utang yang juga memiliki denominasi uang asing.

Misalnya, tutur Anthony, pendapatan Bogasari sebagian dalam Dolar terutama dari ekspor pakan ternak. Selain itu, penjualan minyak kelapa sawit (CPO) oleh divisi agribisnis juga menghasilkan dolar.

"Sebanyak 8% dari total penjualan untuk ekspor, jadi kami memiliki pendapatan dolar yang cukup," ujarnya.

BI telah mewajibkan bagi korporasi di Indonesia untuk melakukan hedging minimum 25% dari selisih antara aset valas dan kewajiban valas dalam 3 bulan dan 6 bulan ke depan. Hedging tersebut juga wajib dilakukan melalui perbankan dalam negeri. (hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading