Harga Minyak di Atas US$70/Barel, Bisnis Wintermar Pulih

Market - Anastasia Arvirianty, CNBC Indonesia
25 May 2018 16:57
Pada kuartal I-2018 pendapatan kotor Wintermar Offshore Marine Tbk tumbuh 20% karena tingkat utilisasi armada mencapai 72%.
Jakarta, CNBC Indonesia - Kenaikan harga minyak memberi dampak terhadap pemulihan bisnis kapal lepas pantai milik PT Wintermar Offshore Marine Tbk (WINS) di periode buku 2018 ini.
 
Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan melalui Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (25/5), Direktur Utama PT WINS Sugiman Layanto menuturkan, perusahaan mencatatkan perolehan peningkatan laba kotor WINS untuk Kapal Milik naik menjadi 20% untuk kuartal I-2018 karena tingkat utilisasi armada mencapai 72% pada periode tersebut.

"Harga minyak telah terdorong melewati US$70 per barel pada 2018 untuk mencapai US$ 80 per barel, suatu tingkat yang tidak terlihat sejak 2014. Peningkatan optimisme ini telah memicu peningkatan pada investasi minyak dan gas kembali," ujar Sugiman dalam keterangan resmi di situs BEI.
 
Hal tersebut, tuturnya, merefleksikan dimulainya proyek di Indonesia, tetapi tarif sewa masih rendah. Perusahaan pun membukukan peningkatan pendapatan kapal milik sebesar 48%  secara year on year menjadi US$ 14 juta pada kuartal I-2018 ini, dan total pendapatan meningkat 27% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, menjadi US$ 16,6 juta.
 
Ia juga menyampaikan, Indonesia memiliki proyek-proyek migas baru yang mempertahankan pertumbuhan pengeboran tahun-tahun mendatang. Ekspektasi harga minyak yang lebih tinggi disebabkan meningkatnya risiko geo-politik, memberi dampak pulihnya aktivitas pengeboran minyak dan gas di Indonesia.
 
Adapun, nilai kontrak kerja yang dimiliki perusahaan sampai pada akhir Maret 2018 tercatat sebesar US$83,4 juta.
 
Lebih lanjut, ia mengatakan, Pemerintah telah mengidentifikasi beberapa proyek laut dalam sebagai proyek penting bagi negara, termasuk lapangan Masela di Laut Arafura dan proyek Indonesian Deep Water Development di Selat Makassar.
 
Selain itu, SKK Migas juga memproyeksikan peningkatan belanja modal di hulu migas Indonesia untuk beberapa tahun mendatang. Dari titik terendah belanja modal hulu migas sebesar US$10,3 miliar pada 2017 hingga mencapai US$15,3 milliar pada 2019.
 
"Hal tersebut akan menyediakan permintaan kuat atas kapal-kapal pendukung lepas pantai yang bernilai lebih tinggi di tahun-tahun mendatang," pungkas Sugiman.


  




(roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading