Tambah Modal, Bukopin Minta Restu Terbitkan Saham Baru

Market - Anastasia Arvirianty, CNBC Indonesia
22 May 2018 13:34
Tambah Modal, Bukopin Minta Restu Terbitkan Saham Baru
Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bank Bukopin Tbk (BBKP) akan melaksanakan rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada hari ini (22/5/2018). Dalam RUPS kali ini, manajemen Bank Bukopin akan meminta restu kepada para pemegang saham untuk melakukan rights issue guna menyehatkan kembali rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) perusahaan.
 
Kenapa begitu? Jadi begini, Bank Umum Kegiatan Usaha (BUKU) III ini disebut-sebut melakukan modifikasi data kartu kredit selama lebih dari lima tahun terakhir, dengan jumlah modifikasi yang cukup besar yakni mencapai lebih dari 100.000 kartu. Namun hal tersebut sudah selesai dan dinyatakan rampung oleh otoritas

Karena itu, perusahaan merevisi turun laba bersih 2016 menjadi Rp 183,56 miliar, dari yang dilaporkan sebelumnya Rp 1,08 triliun. Revisi penurunan terbesar ada pada komponen pendapatan provisi dan komisi yang merupakan pendapatan dari kartu kredit. Pendapatan ini turun dari Rp 1,06 triliun menjadi Rp 317,88 miliar.
 
Mengetahui hal ini, Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai regulator pun langsung mengambil tindakan dengan meneliti lebih dalam apa yang terjadi dengan Bank Bukopin. Begitu pula Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai wasit dari pasar modal yang meminta klarifikasi kepada Bukopin dan auditornya. Direktur Penilaian Perusahaan BEI Samsul Hidayat menyebutkan hal yang demikian biasanya terjadi saat proses audit oleh akuntan publik yang bertanggungjawab.
 
Bank Bukopin kini mencari cara untuk meningkatkan rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) ke level 14%. Perusahaan lalu melakukan rights issue dengan menerbitkan saham baru sebesar 30% dan divestasi 40% saham Bank Syariah Bukopin (BSB). PT Bosowa Corporindo yang merupakan pemegang saham pengendali, bertindak sebagai pembeli siaga (standby buyer) untuk aksi right issue ini.
 
Dari aksi korporasi ini manajemen memperkirakan akan mengumpulkan dana segar Rp 1,91 triliun. Adapun tanggal efektif aksi korporasi tersebut dijadwalkan pada 8 Juni 2018.
 
Sebagai informasi, saat ini ada empat pihak pemegang saham Bank Bukopin, yakni, Kopelindo sebesar 18,09%, PT Bosowa Corporindo 30%, Negara Republik Indonesia 11,43% dan masyarakat 40,48%.
 
Selain itu, ada direksi perusahaan yang mundur. Dalam RUPS kali ini, akan dilakukan pengesahan atas pengunduruan diri Direktur Pelayanan dan Operasi PT Bank Bukopin Tbk Setiawan Sudarmaji yang telah mengundurkan diri dari jabatannya sejak Senin, 23 April 2018.
 
Bank Bukopin memang sedang tertekan kinerjanya, lantas apakah perusahaan sanggup melewati tekanan tersebut?





(roy)
Terpopuler
    spinner loading
Terkait
Baca Juga
Features
    spinner loading