BUMA Raih Kontrak Baru Senilai Rp 13,5 Triliun

Market - Tito Bosnia, CNBC Indonesia
07 May 2018 09:47
BUMA Raih Kontrak Baru Senilai Rp 13,5 Triliun
Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA) yang merupakan anak usaha PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID) telah menandatangani kontrak jasa pertambangan baru senilai lebih dari US$1 miliar atau sekitar Rp 13,5 triliun (asumsi US$1 = Rp 13.500) dengan PT Indonesia Pratama (IPR).

Kontrak jasa pertambangan yang dilakukan dengan PT Indonesia Pratama yang merupakan anak usaha PT Bayan Resources Tbk (BYAN) tersebut berlokasi di Tabang, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Kerja sama antara kedua belah pihak diantaranya, pengupasan lapisan tanah penutup dengan perkiraan volume sebesar 287 juta bcm dan 96 juta ton untuk batu bara. Selain itu, BUMA juga akan mengerjakan pengangkutan batu bara sebesar 95 juta ton melalui kontrak pengangkutan batu bara.


Menurut keterbukaan Bursa Efek Indonesia (BEI), Kontrak-kontrak tersebut berdurasi selama delapan tahun hingga Desember 2025 mendatang.

Rata-rata produksi yang akan dihasilkan ialah sebesar 38 bcm hingga 42 bcm per tahun untuk pengupasan lapisan tana penutup serta 12 hingga 14 juta ton untuk batu bara. Produksi sendiri akan dimulai pada Juli 2018 mendatang.

Sebelum kontrak dengan IPR, satu bulan yang lalu BUMA juga menandatangani kontrak jasa pertambangan dengan PT Insani Baraperkasa (IBP) senilai US$ 340 juta atau Rp 4,5 triliun. Awal Maret yang lalu, juga menandatangani kontrak jasa pertambangan dengan PT Tanah Bumbu Resources.

Sehingga, dengan kontrak baru yang dilakukan dengan IPR, BUMA telah mendapatkan kontrak baru senilai US$ 2 miliar pada 2018. Dengan total order book BUMA sebesar US$ 7 miliar.


(roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading