Harga Emas Global Lesu, Logam Mulia Antam Tak Bergairah

Market - Raditya Hanung Prakoswa, CNBC Indonesia
23 April 2018 13:05
Harga Emas Global Lesu, Logam Mulia Antam Tak Bergairah
Harga emas masih bergerak melemah hari ini, seiring peningkatan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS) mendorong penguatan dolar AS. Hingga pukul 12.08 WIB hari ini, harga emas COMEX kontrak pengiriman Juni 2018 terkoreksi hingga 0,142% ke US$1.336,40/troy ounce, angka terendah dalam dua minggu terakhir.

Harga Emas Global Lesu, Emas Antam Ikut Tak BergairahFoto: Raditya Hanung


Sebagai catatan, pada akhir pekan lalu harga emas ditutup melemah 0,75%. Alhasil rekor penguatan secara mingguan untuk ketiga kalinya berturut-turut pun terputus, di mana secara point-to -point harga sang logam mulia tercatat anjlok 0,6% dalam sepekan lalu. Beberapa sentimen negatif masih mempengaruhi harga emas global.


Pertama, menguatnya dolar AS akibat meroketnya imbal hasil obligasi pemerintah AS. Sebagai catatan, pada perdagangan terakhir di pekan lalu (20/4/2018), imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun naik sebesar 3,7 basis poin (bps) ke level 2,951%, level tertinggi sejak awal 2014. Pada perdagangan pagi ini, imbal hasilnya kembali naik ke menjadi 2,9658%.

Kenaikan imbal hasil obligasi AS merupakan hasil dari ekspektasi atas kenaikan suku bunga acuan oleh the Federal Reserve yang lebih agresif dari perkiraan. Pasalnya, kinerja yang positif dari para emiten Wall Street ditakutkan akan mendorong inflasi terakselerasi lebih kencang dan memaksa the Federal Reserve selaku bank sentral AS untuk menaikkan suku bunga acuan lebih dari 3 kali pada tahun ini.

Imbal hasil yang sudah semakin tinggi ini lantas membuat pelaku pasar melepas kepemilikannya atas instrumen investasi di negara lain dan beralih memeluk dolar AS, sembari menunggu saat yang tepat untuk mulai memburu obligasi pemerintah Negeri Paman Sam.

Sampai dengan berita ini diturunkan, indeks dolar AS yang menggambarkan pergerakan dolar AS terhadap mata uang utama dunia lainnya naik sebesar 0,08% ke level 90,39. Sebagai catatan, pada perdagangan hari Jumat lalu (20/4/2018) indeks dolar AS menguat hingga 0,42%.

Kedua, ketegangan geopolitik di Timur Tengah nampaknya sudah mereda. Selain itu, pertemuan antara Donald Trump dan Kim Jong Un nampak sudah semakin nyata dan membuat investor optimis bahwa Korea Utara pada akhirnya akan melakukan denuklirisasi maupun penembakan rudal balistik antar benua (ICBM)

Optimisme investor juga ditopang oleh keyakinan akan tercapainya kesepakatan dagang yang saling menguntungkan antara AS dan Jepang. Dalam konferensi pers bersama pasca melakukan pertemuan, Trump mengungkapkan bahwa kedua negara akan bekerja sama dalam hal perdagangan. Abe menambahkan bahwa nantinya akan ada diskusi mengenai kebijakan perdagangan yang bebas, adil, dan saling menguntungkan.

Menyusul angin positif dari pergerakan geopolitik tersebut, investor mulai kembali berani melirik aset-aset berisiko, dan meninggalkan aset-aset safe haven seperti emas dan Jepang Yen. Sebagai catatan, Jepang Yen melemah melemah di kisaran 0,11% hingga pukul 12.33 WIB hari ini.


Harga Emas Logam Mulia Antam 100 Gram
TanggalPer Batangan (Rp)Per Gram (Rp)
16 April 201861.801.000618.010
17 April 201862.003.000620.030
18 April 201862.003.000620.030
19 April 201862.103.000621.030
20 April 2018 61.801.000618.010
23 April 2018 (hingga pk 08.13)61.498.000614.980


Di Indonesia sendiri, harga emas logam mulia hari ini masih menunjukkan tren penurunan. Hingga pukul 08:13 WIB hari ini, harga emas Logam Mulia Antam 100 gram tercatat sebesar Rp 614.980/gram, atau anjlok Rp3.030/gram selama sepekan. (RHG/RHG)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading