Laba PTBA Naik 66%, Anak Usaha MAP Akan IPO

Market - Ratelia Nabila, CNBC Indonesia
20 April 2018 08:58
PTBA juga akan membangun pembangkit listrik tenaga uap.
Jakarta, CNBC Indonesia - Sejumlah informasi dari emiten menjadi perhatian investor, kemarin (19/042018). Informasi tersebut meliputi: pembagian dividen, pembangunan fasilitas baru dalam rangka meningkatkan kinerja, laporan keuangan, dan pelepasan saham ke public melalui Initial Public Offering (IPO).

Berikut, aktivitas emiten yang telah dirangkum oleh CNBC Indonesia:

1. Laporan keuangan kuartal I-2018 PT Bukit Asam Tbk dan rencana pembangunan pembangkit Listrik


PT Bukit Asam Tbk (PTBA), memaparkan kenaikan laba bersih kuartal-I 2018 naik 66,64% menjadi Rp 1,45 triliun. Laba tersebut, terbilang cukup besar dibandingkan laba tahun lalu yang senilai Rp 870,82 miliar.

PTBA juga akan mengebut pembangunan fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Sumatra Selatan, dengan kapasitas 2x620 megawatt (MW) pada Juli mendatang. Proyek pembangunan PLTU, ditaksir mencapai  US$ 1,2 miliar dan dibiayai oleh The Export Import Bank China. PTBA, juga berencana akan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Ombilin Sumatra Barat dan Tanjung Enim Sumatra Selatan.


2.  PT Kimia Farma Tbk bagi dividen Rp 98 Miliar dan rombak manajemen

Perusahaan farmasi, PT Kimia Farma Tbk (KAEF) membagikan dividen senilai Rp 98 miliar atau laba bersih perusahaan 30%. Berdasarkan kesepakatan RUPST, dividen yang diterima pemegang saham senilai Rp 17,64 per saham. Sementara, dividen yield perusahaan dengan asumsi harga penutupan perdagangan kemarin adalah sebesar 0,80%.

Selain pembagian dividen, KAEF juga melakukan perombakan komisaris berdasarkan keputusan RUPST. Perubahan komisaris, dilakukan dengan memberhentikan komisaris independen Farid Wajdi Husain dan komisaris perusahaan Dewi Fortuna Anwar.


3. Permintaan mobil turun, Penjualan PT Tunas Ridean Tbk anjlok

PT Tunas Ridean Tbk (TURI), mencatatkan penjualan pada kuartal I-2018 turun 7% menjadi 13.479 unit kemarin. Padahal, pada kuartal I-2017, perusahaan sempat mencatatkan kenaikan penjualan sebanyak 14. 828 unit.

Salah satu faktor, yang mendukung penurunan penjualan disebabkan oleh dealer menawarkan mobil bekas . Sehingga, konsumen lebih tertarik dengan tawaran diskon murah dari penjualan mobil bekas. Akibatnya, penjualan mobil Toyota kuartal- I 2018 terkoreksi 20% menjadi 7.837 unit.


4. PT MAP Aktif Adi Perkasa akan IPO.

PT MAP Aktif Adi Perkasa Tbk, berencana akan melepas 18% sahamnya ke public melalui prosedur Initial Public Offering (IPO). Dana yang digunakan untuk IPO, berasal dari nilai aset pada 2017 senilai Rp 2,8 triliun.

Dana hasil IPO, akan digunakan 90% untuk membayar hutang perusahaan. Akhir tahun lalu, nilai utang obligasi perusahaan mencapai Rp 1,09 triliun yang merupakan bagian dari penerbitan obligasi senilai Rp 1,5 trilun pada 2015. Dalam aksi korporasi ini perusahaan bekerja sama dengan Indo Premier Sekuritas selaku penjamin pelaksana emisi efek (underwriter).

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading