Newsletter

Wall Street Memerah, Sektor Komoditas Layak Diperhatikan

Market - Arif Gunawan, CNBC Indonesia
20 April 2018 07:00
  • IHSG menguat pada Kamis
  • Dow Jones, S&P 500, Nasdaq kompak terkoreksiĀ 
  • Investor global mulai lirik komoditas
Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,57% ke level 6.355,9 pada Kamis (20/04), menafikan koreksi tipis Dow Jones sehari sebelumnya. Dengan berlanjutnya koreksi Dow Jones, pelaku pasar nasional perlu melirik kembali saham-saham komoditas dan energi sebagai alternatif dalam mengambil posisi.

Penguatan IHSG senada dengan bursa saham regional yang juga diperdagangkan menguat: indeks Shanghai naik 0,85%, Hang Seng bertambah 1,4%, Nikkei naik 0,15%, Strait Times menguat 1,15%, Kospi naik 0,25%, SET (Thailand) naik 1,13%, dan KLCI (Malaysia) naik 0,84%.

Data PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyebutkan transaksi kemarin berlangsung dengan nilai Rp 7,5 triliun, memperdagangkan 9,5 miliar saham. Frekuensi perdagangan mencapai 461.224 kali.


Secara sektoral, aneka industri menguat hingga 2,15%, tertinggi dibandingkan dengan sembilan sektor saham lainnya, disusul oleh sektor pertambangan yang tumbuh 1,98%. Penguatan sektor pertambangan salah satunya dipicu oleh naiknya harga komoditas seperti minyak mentah dan batu bara.

Pada Rabu, harga minyak mentah WTI kontrak pengiriman Mei menguat 3% ke US$68,5/barel, sementara brent kontrak pengiriman Juni menguat 2,65% ke US$73,48/barel. Sementara itu, harga batu bara Newcastle kontrak pengiriman bulan ini naik 0,65% ke US$92,65/metrik ton.

Sampai dengan perdagangan saham berakhir, WTI menguat 0,85% menjadi US$69,05/barel, sementara brent naik 0,95% menjadi US$74,18/barel. Saham-saham sektor pertambangan yang mencatatkan kenaikan di antaranya: PT Adaro Energy Tbk/ADRO (+3,81%), PT Harum Energy Tbk/HRUM (+3,74%), PT Indo Tambangraya Megah Tbk/ITMG (+3,53%), PT Elnusa Tbk/ELSA (+3,48%), dan PT Benakat Integra Tbk/BIPI (+1,22%).

Suntikan energi bagi IHSG juga datang dari pernyataan Menteri keuangan Sri Mulyani Indrawati yang menyebutkan bahwa Indonesia berkeinginan untuk bergabung dalam blok dagang Trans-Pacific Partnership (TPP).

Berbicara kepada CNBC dalam pertemuan musim semi IMF-World Bank di Washington, mantan Direktur Pelaksana World Bank tersebut mengungkapkan bahwa keikutsertaan Indonesia dalam TPP memang selalu menjadi keinginan Presiden Joko Widodo. Namun, ia juga mengungkapkan bahwa hal tersebut bukan menjadi prioritas saat ini.

"Arahnya menuju ke sana [bergabung dengan TPP]. Namun kami masih harus menyelesaikan berbagai masalah struktural. Itulah mengapa pemerintah Indonesia memfokuskan diri pada konektivitas, sumber daya manusia, dan reformasi kemudahan berusaha atau ease of doing business," ujarnya, dilansir dari CNBC International, Kamis (19/4).

Terlepas dari ikut-tidaknya AS dalam kesepakatan ini, keikutsertaan Indonesia dalam TPP, jika didukung daya saing industri dalam negeri, berpotensi meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi. Pelaku pasar menyambut kabar ini dengan positif.

Dari sisi eksternal, sentimen positif berhembus dari semenanjung Korea di mana pertemuan antara Donald Trump dan Kim Jong Un sudah semakin nyata dan membuat investor optimis bahwa Korea Utara pada akhirnya akan melakukan denuklirisasi.

Sebelumnya, uji coba senjata nuklir yang dilakukan oleh Korea Utara seringkali membuat investor melarikan dananya ke instrumen safe haven seperti emas, obligasi, Yen, dan Franc. Kabar positif ini juga memberikan alasan bagi investor untuk betah di pasar dan memburu saham-saham unggulan.

Melalui postingannya di Twitter sore kemarin pada waktu Indonesia, Trump mengungkapkan bahwa Mike Pompeo yang merupakan Secretary of State telah bertemu secara langsung dengan Kim Jong Un pada minggu lalu.

"Mike Pompeo bertemu dengan Kim Jong Un di Korea Utara pada minggu lalu. Pertemuan berlangsung sangat lancar dan hubungan yang baik telah terbentuk. Rincian mengenai pertemuan sedang dikerjakan sekarang. Denuklirisasi akan menjadi hal yang baik untuk dunia, juga untuk Korea Utara!", papar Trump dalam akun @realDonaldTrump.

Optimisme investor juga ditopang oleh keyakinan akan tercapainya kesepakatan dagang yang saling menguntungkan antara AS dan Jepang. Dalam konferensi pers bersama pasca pertemuan dengan PM Jepang Shinzo Abe, Trump mengungkapkan bahwa kedua negara akan bekerja sama dalam hal perdagangan. Abe menambahkan bahwa nantinya akan ada diskusi mengenai kebijakan perdagangan yang bebas, adil, dan saling menguntungkan.

Seiring dengan berbagai sentimen positif yang menyelimuti perdagangan, investor asing melakukan pembelian bersih senilai Rp 213 miliar. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk/BBRI (Rp 142,39 miliar), PT Vale Indonesia Tbk/VALE (Rp 91,9 miliar), PT Astra International Tbk/ASII (Rp 59,41 miliar), PT Telekomunikasi Indonesia Tbk/TLKM (Rp 41,87 miliar), dan PT Bank Central Asia Tbk/BBCA (Rp 29,94 miliar) merupakan saham-saham yang paling banyak diburu oleh investor asing (ags/ags)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading