Kondisi Makro yang Membaik Pulihkan NPL Perbankan

Market - gita rossiana, CNBC Indonesia
19 April 2018 10:51
Kondisi Makro yang Membaik Pulihkan NPL Perbankan
Jakarta, CNBC Indonesia - Kondisi makro ekonomi tahun ini dinilai bisa menyelamatkan bank dari risiko kredit bermasalah. Bahkan sejumlah bank optimistis, rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) tahun ini bisa berada di bawah 3%.

Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Kartika Wirjoatmodjo menjelaskan, pada tahun 2017, NPL Bank Mandiri sudah berada di bawah 3,5%. Pada kuartal I-2018 ini, dia melihat sudah mendekati 3%.

"Sampai akhir tahun, kami targetkan bisa di bawah 3%," ujar dia seperti dikutip Kamis (19/4/2018).


Untuk bisa mencapai rentang NPL 3% Bank Mandiri melakukan sejumlah strategi. Salah satunya adalah menjual rumah sitaan bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) dan Kantor Lelang Negara.

Lebih lanjut, Direktur PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Nixon Napitupulu mengungkapkan, NPL BTN sampai kuartal I-2018 sudah mencapai 2,77%. Nilai tersebut menurun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 3,34%.

"Target kami akhir tahun ini sekitar 2,3%," kata dia.



Kondisi makro ekonomi yang mulai membaik, menurut Nixon menjadi penyebab NPL BTN bisa terus membaik. Kendatipun terjadi gejolak ekonomi, dia melihat pengaruhnya tidak terlalu besar ke kredit perumahan.

Keoptimisan mengenai NPL juga datang dari Presiden Direktur PT. Bank Mayapada International Tbk Hariyono Tjahjarijadi yang menargetkan NPL Bank Mayapada tahun ini di sekitaran 2,3%.

"Kondisi makro saat ini memang mendukung, penurunan NPL terjadi dari semua sektor," terang dia.

Presiden Direktur PT. Bank OCBC NISP Tbk Parwati Surjaudaja juga mempertimbangkan kondisi makro dalam menilai NPL di perusahaan."Tentunya tergantung kondisi makro secara keseluruhan," ungkap dia. (dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading