Pemerintah Ambil Utang Rp 23,45 T dari Lelang Obligasi

Market - Hidayat Setiaji, CNBC Indonesia
13 March 2018 17:18
Pemerintah Ambil Utang Rp 23,45 T dari Lelang Obligasi
Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah melelang enam seri Surat Berharga Negara (SBN) hari ini. Penawaran yang masuk mencapai Rp 46,47 triliun dan pemerintah mengambil Rp 23,45 triliun. 

Pada Selasa (13/3/2018), pemerintah melelang enam seri SBN dengan rincian sebagai berikut:
  • SPN03180614 (tenor 3 bulan), penawaran yang masuk Rp 6,57 triliun.
  • SPN12190314 (tenor 1 tahun), penawaran yang masuk Rp 8,4 triliun.
  • FR0063 (tenor 5 tahun), penawaran yang masuk Rp 6,26 triliun.
  • FR0064 (tenor 10 tahun), penawaran yang masuk Rp 17,06 triliun.
  • FR0075 (tenor 20 tahun), penawaran yang masuk Rp 7,19 triliun.
  • FR0076 (tenor 30 tahun), penawaran yang masuk Rp 0,98 triliun. 
Total penawaran yang masuk adalah Rp 46,47 triliun. Dari jumlah tersebut, pemerintah memenangkan Rp 23,45 triliun dengan rincian:

  • SPN03180614 Rp 5 triliun, imbal hasil (yield) rata-rata 4,2%.
  • SPN12190314 Rp 5 triliun, yield rata-rata 5,03%.
  • FR0063 Rp 1,4 triliun, yield rata-rata 6,16%.
  • FR0064 Rp 7,8 triliun, yield rata-rata 6,75%.
  • FR0075 Rp 3,7 triliun, yield rata-rata 7,34%.
  • FR0076 Rp 0,55 triliun, yield rata-rata 7,38%. 
Jumlah yang dimenangkan pemerintah sesuai dengan target indikatif, yaitu dalam rentang Rp 17-25,5 triliun. Bahkan mendekati batas atasnya. 


Mencermati data tersebut, sepertinya minat investor terhadap instrumen SBN kembali muncul. Penawaran yang masuk lebih besar dibandingkan lelang-lelang sebelumnya, meski belum menyamai pada awal tahun. 

DJPPR Kemenkeu
Yield rata-rata yang dimenangkan pun cukup menguntungkan bagi pemerintah karena sedikit di bawah kuotasi pasar, Saat ini, yield SBN 10 tahun berada di 6,77% 

Reuters
Dian Ayu Yustina, Ekonom Bank Danamon, menyebutkan sentimen di pasar memang membaik setelah kemarin investor asing kembali masuk ke pasar. Kemarin, investor asing membukukan beli bersih Rp 111,95 miliar di pasar saham. 

"Faktor domestik sebenarnya kondusif. Impor barang modal menunjukkan aktivitas investasi meningkat," sebutnya dalam riset yang diterima CNBC Indonesia. 

Meski begitu, Dian menyatakan kewaspadaan tidak boleh dikendurkan. Pasalnya, hasil lelang hari ini belum bisa menggambarkan apakah investor sudah kembali meminati aset-aset berisiko (risk on). 

"Ekspektasi terhadap perekonomian AS yang semakin membaik ditambah dengan aksi ambil untung masih menjadi risiko yang bisa menyebabkan airan modal keluar, baik di pasar saham maupun obligasi. Kita masih harus menunggu untuk bisa menyimpulkan apakah investor sudah kembali risk on," paparnya. (aji/aji)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading