Internasional

IMF: Pelemahan Pasar Pekan Lalu adalah Koreksi yang Wajar

Market - Ester Christine Natalia, CNBC Indonesia
12 February 2018 10:11
IMF: Pelemahan Pasar Pekan Lalu adalah Koreksi yang Wajar
  • Pergerakan pasar saham yang drastis pekan lalu bukanlah sumber keprihatinan utama untuk IMF karena lembaga tersebut justru melihatnya sebagai “koreksi yang dapat diterima”.
  • S&P 500 jatuh ke area koreksi, Kamis (8/2/2018), turun lebih dari 10% setelah berada di puncak selama bulan Januari.
  • Aksi jual membuat Dow Jones mengalami pekan terburuknya selama dua tahun dan volatilitas tertinggi.

Dubai, CNBC Indonesia – Pergerakan pasar saham yang drastis pekan lalu bukanlah sumber keprihatinan utama bagi Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/ IMF) karena lembaga tersebut justru melihatnya sebagai “koreksi yang dapat diterima”.

Berbicara kepada CNBC di Konferensi Tingkat Tinggi Pemerintah Dunia (World Government Summit) di Dubai, Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde mengaku mengetahui tingginya aksi jual di bursa saham pekan lalu, yang membuat Dow Jones mengalami pekan terburuknya dalam dua tahun terakhir.


Ketika ditanya apakah hal tersebut adalah sesuatu yang perlu dikhawatirkan dari sudut pandang IMF, Lagarde mengatakan tidak ada.


“Setiap hari selalu ada sedikit volatilitas di pasar, khususnya yang dipengaruhi oleh AS [Amerika Serikat],” katanya, dilansir dari CNBC International. “Namun, jika Anda membandingkan penilaian pasar dari sepekan yang lalu, ada koreksi pasar antara 6% sampai 9%. Kami memandangnya sebagai koreksi yang dapat diterima.”

S&P 500 jatuh ke area koreksi, Kamis (8/2/2018), turun lebih dari 10% setelah mencetak rekor selama bulan Januari.

Analis keuangan sudah lama memperingatkan bahwa penguatan pasar yang meroket setahun belakangan pada akhirnya akan terkoreksi. Hal itu disebabkan oleh harga saham yang terlalu dinilai tinggi.

Apa yang terjadi pekan lalu adalah pertanda pertama, meski pendapat para ahli terpecah antara pasar telah berada di bawah atau masih bisa turun lebih jauh.

Namun, Lagarde mengulangi sentimen banyak direksi bank dan investor yang menyebutkan bahwa faktor fundamental, seperti laju pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) global dan pendapatan perusahaan, tetap kuat. Sehingga, secara prinsip keadaan ini tidak akan memengaruhi perekonomian yang sebenarnya atau kemampuan negara untuk terus tumbuh.

“Kami mengamati bahwa meskipun ada volatilitas, saluran dan mekanisme pasar telah bekerja dengan baik. Kami juga melihat bahwa pembiayaan masih banyak dan sangat tersedia untuk membiayai perekonomian,” kata Lagarde.

“Maka, koreksi terjadi, sudah saatnya itu terjadi dan itulah yang kita lihat sekarang.” (prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading