Dunia Terancam Kekurangan 10 Juta Tenaga Medis, Bagaimana Kondisi RI?

Fergi Nadira, CNBC Indonesia
Kamis, 05/11/2026 15:25 WIB
Foto: Stetoskop. (Dok. Freepik)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerataan tenaga kesehatan masih menjadi persoalan serius di Indonesia. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkapkan sekitar 37% Puskesmas di Tanah Air belum memiliki sembilan jenis tenaga kesehatan prioritas secara lengkap.

Tak hanya Puskesmas, sekitar 41% rumah sakit umum daerah (RSUD) kabupaten/kota juga belum memenuhi kebutuhan tujuh jenis dokter spesialis dasar. Kondisi ini menunjukkan masih adanya ketimpangan distribusi tenaga kesehatan, terutama di wilayah yang memiliki keterbatasan akses pelayanan kesehatan seperti Papua, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Maluku.

Persoalan tersebut menjadi salah satu perhatian dalam Konferensi Asia Pacific Action Alliance on Human Resources for Health (AAAH) ke-14 yang diselenggarakan Kemenkes di Bali pada 2-5 November 2026.

Konferensi yang melibatkan jaringan dari 22 negara anggota ini membahas berbagai tantangan pemenuhan sumber daya manusia (SDM) kesehatan, mulai dari kekurangan tenaga medis, ketimpangan distribusi, hingga kesejahteraan tenaga kesehatan.

Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus mengatakan, investasi pada tenaga kesehatan harus menjadi prioritas setiap negara. Menurutnya, keberadaan tenaga kesehatan yang terlatih, terampil, dan berdedikasi merupakan fondasi penting untuk menghadirkan pelayanan kesehatan berkualitas.

"Kita memerlukan tata kelola yang lebih kuat, pendidikan kesehatan yang lebih baik, dan transformasi digital. Kita juga harus memperkuat kerja sama regional, berbagi pengetahuan, dan saling belajar dari pengalaman satu sama lain," ujar Benjamin dalam keterangan Kemenkes dikutip Rabu (4/11/2026).

Untuk mengatasi ketimpangan tersebut, Kemenkes memanfaatkan Sistem Informasi Sumber Daya Manusia Kesehatan guna memetakan persebaran sekaligus memproyeksikan kebutuhan tenaga kesehatan di berbagai daerah. Pemetaan ini diharapkan membantu pemerintah memprioritaskan pemenuhan tenaga kesehatan di wilayah yang masih kekurangan tenaga medis.

Persoalan kekurangan tenaga kesehatan tidak hanya terjadi di Indonesia. Secara global, dunia diproyeksikan menghadapi kekurangan sekitar 10 juta tenaga kesehatan pada 2030, terutama di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah.

Ketua AAAH Anna Kurniati mengatakan, tantangan sektor kesehatan semakin kompleks seiring bertambahnya populasi lanjut usia, tingginya kasus penyakit tidak menular, kemunculan penyakit infeksi baru, hingga dampak perubahan iklim. Menurut Anna, kondisi tersebut membutuhkan kerja sama antarnegara untuk memperkuat sistem kesehatan, khususnya dalam menyiapkan tenaga kesehatan yang kompeten dan memiliki kesejahteraan memadai.

"Marilah kita manfaatkan empat hari ini sebaik-baiknya dan janganlah kita hanya saling terhubung di konferensi ini saja. Kita perlu menindaklanjuti diskusi dan rekomendasi dengan kerja nyata untuk membangun tenaga kesehatan masa depan yang kompeten, tangguh, adil, dan berkelanjutan," kata Anna.

Sementara itu, Direktur Regional Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk Pasifik Barat, Saia Ma'u Piukala, mengingatkan bahwa kualitas pelayanan kesehatan tidak hanya bergantung pada jumlah tenaga medis, tetapi juga kondisi kerja dan kesejahteraan mereka. Ia menekankan pentingnya perlindungan tenaga kesehatan, termasuk penyediaan lingkungan kerja yang layak, pengembangan karier, serta dukungan terhadap kesejahteraan.

"Saya dulu adalah seorang tenaga kesehatan, sebagai dokter bedah, dan saya paham betul apa artinya ketika seorang ibu membawa anaknya yang sakit kepada Anda dengan harapan sederhana bahwa Anda akan melakukan yang terbaik," ujarnya.

Konferensi AAAH ke-14 yang dihadiri sekitar 200 peserta tersebut juga membahas pemanfaatan teknologi digital, termasuk telemedicine dan rekam medis elektronik, untuk mendukung pelayanan kesehatan.

Melalui kerja sama 22 negara di kawasan Asia-Pasifik, konferensi ini diharapkan menghasilkan rekomendasi kebijakan untuk memperbaiki distribusi tenaga kesehatan, meningkatkan kesejahteraan tenaga medis, serta memperluas akses pelayanan kesehatan yang berkualitas.



(hsy/hsy)
Saksikan video di bawah ini:

Bedah Peluang Investasi, Inovasi, & Kemandirian Industri Kesehatan RI