Menkes Ungkap Indonesia Kekurangan 93.200 Dokter Umum

Fergi Nadira,  CNBC Indonesia
09 June 2026 09:25
Presiden RI Prabowo Subianto mengaku Indonesia masih kekurangan 70.000 dokter spesialis.
Foto: M. Iqbal

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin mengungkap Indonesia masih menghadapi kekurangan dokter umum. Berdasarkan perhitungan terbaru Kementerian Kesehatan, kebutuhan dokter umum nasional saat ini masih defisit sekitar 93.200 orang.

Budi mengatakan, untuk pertama kalinya pemerintah telah menyusun proyeksi kebutuhan tenaga medis dan tenaga kesehatan secara nasional dengan pendekatan berbasis data yang ditarik dari 10 tahun ke belakang. Perhitungan tersebut mempertimbangkan jumlah dokter yang ada saat ini, tingkat pensiun dan kematian, distribusi dokter antarwilayah, hingga perubahan pola penyakit masyarakat.

"Untuk dokter umum saja, gap-nya sekitar 93.200 dengan lulusan baru setahun kita sekitar 12.000 hingga 14.000," kata Budi dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI pada Senin (8/6/2026).

Dengan jumlah tersebut, kata Budi, pemerintah masih harus bekerja keras untuk mengejar kekurangan tenaga dokter yang terjadi di berbagai daerah. Budi menegaskan, persoalan utama layanan kesehatan nasional bukan hanya soal distribusi dokter, melainkan juga jumlah dokter yang memang masih belum mencukupi.

"Kita dengar selama ini masalahnya distribusi. Data yang kita miliki tidak demikian," ujarnya.

Budi bilang, data tersebut telah melalui proses verifikasi dan penyempurnaan bersama berbagai pihak, termasuk Konsil Kesehatan Indonesia, organisasi profesi, dan kolegium.

Pemerintah juga menghitung kebutuhan dokter berdasarkan perubahan demografi dan epidemiologi masyarakat Indonesia. Seiring meningkatnya usia harapan hidup, pola penyakit yang dihadapi masyarakat turut berubah.

Jika sebelumnya Indonesia lebih banyak menghadapi penyakit infeksi, kini kasus penyakit degeneratif seperti Alzheimer, Parkinson, hingga berbagai penyakit kronis lainnya semakin meningkat.

Kondisi tersebut membuat kebutuhan tenaga kesehatan, termasuk dokter umum dan dokter spesialis, terus bertambah.

Budi menambahkan pemerintah kini memiliki peta kebutuhan tenaga medis hingga tingkat kabupaten dan kota. Data tersebut diharapkan menjadi dasar dalam menyusun kebijakan pendidikan kedokteran dan penempatan tenaga kesehatan dalam beberapa tahun ke depan.

Budi menekankan, ketersediaan dokter menjadi faktor penting untuk mendukung transformasi sistem kesehatan nasional yang saat ini lebih menitikberatkan pada pelayanan primer dan pencegahan penyakit.

"Jadi sekarang kita sudah memiliki rencana supply dan demand untuk setiap tenaga medis dalam 10 tahun ke depan sampai level kabupaten/kota," kata Budi.

Ia berharap perencanaan berbasis data tersebut dapat membantu pemerintah mengatasi kekurangan tenaga kesehatan secara lebih terukur dan berkelanjutan.

(hsy/hsy) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Pantas RI Krisis Nakes, Menkes Ungkap 1.000 Dokter Sudah 3x Gagal Tes


Most Popular
Features