Angka Perceraian di RI Meningkat, Judi dan Zina Jadi Penyebab

Tim Redaksi,  CNBC Indonesia
30 October 2026 09:35
Ilustrasi: Pexels/Alexander Mass
Foto: Ilustrasi: Pexels/Alexander Mass

Jakarta, CNBC Indonesia - Angka perceraian di Indonesia menunjukkan tren kenaikan yang cukup signifikan. Menariknya, data menunjukkan ada dua penyebab perceraian yang trennya melonjak tajam: judi dan zina. 

Melansir dari data Badan Pusat Statistik (BPS) dan Mahkamah Agung Republik Indonesia (Dirjen Badan Peradilan Agama), ada 438.168 kasus perceraian pada 2025. Jumlah tersebut naik 10% dari 399.921 kasus pada 2024.

Pada 2025, penyebab perceraian masih terkonsentrasi pada satu faktor dominan. Perselisihan dan pertengkaran terus menjadi penyebab utama dan mencatat 282.326 kasus, jauh di atas faktor lain. Angka ini mencakup lebih dari separuh total perceraian nasional. Setelah itu, faktor ekonomi berada di posisi kedua dengan 105.727 kasus, diikuti oleh meninggalkan salah satu pihak sebanyak 31.029 kasus.

Di bawahnya ada kekerasan dalam rumah tangga (7.138 kasus) dan judi (4.623 kasus). Sementara penyebab seperti zina, poligami, murtad, hingga kawin paksa berada pada skala ratusan hingga ribuan kasus. Struktur ini memperlihatkan bahwa konflik relasi tetap menjadi pusat persoalan dalam perceraian di Indonesia.



Judi Makin Sering Jadi Penyebab Perceraian

Dalam rentang lima tahun atau 2021-2025, muncul pola yang menunjukkan judi semakin sering menjadi penyebab kehancuran rumah tangga. 

Judi sebagai penyebab perceraian naik dari 993 kasus pada 2021 menjadi 4.623 kasus pada 2025. Kenaikan mencapai 3.630 kasus atau 365% dalam lima tahun.

Lonjakan penyebab lainnya adalah zina yakni 155% menjadi 1.147 kasus pada 2025.

Sementara itu, perselisihan dan pertengkaran hanya bertambah sekitar 3.121 kasus dalam periode yang sama, meskipun tetap mendominasi secara jumlah.

Di sisi lain, beberapa faktor lama justru melemah. Kasus meninggalkan salah satu pihak turun lebih dari 11 ribu kasus sejak 2021. Faktor ekonomi juga lebih rendah dibandingkan posisi lima tahun lalu. Pergeseran ini mengubah komposisi penyebab perceraian, dengan porsi yang semakin berat pada konflik relasi dan perilaku dalam rumah tangga.

(hsy/hsy) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Negara Islam Tiba-Tiba Legalkan Judi, Hadiah Tembus Rp24 Miliar


Most Popular
Features