Minum Teh Rutin Bisa Turunkan Risiko Stroke, Tapi Perhatikan Hal Ini
Jakarta, CNBC Indonesia - Minum teh secara rutin berpotensi membantu menurunkan risiko stroke dan penyakit kardiovaskular. Namun, manfaat tersebut dapat dipengaruhi oleh cara penyajian, termasuk suhu teh saat dikonsumsi.
Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Internal Medicine menemukan bahwa orang yang minum teh tiga kali atau lebih dalam seminggu memiliki risiko penyakit pembuluh darah 11,2 persen lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak rutin mengonsumsinya.
Melansir Euro News, penelitian tersebut melibatkan hampir 500.000 orang di China yang dipantau selama rata-rata sembilan tahun. Para peneliti mencatat kebiasaan minum teh para peserta serta penyakit yang berkembang selama periode penelitian.
Hasilnya menunjukkan hubungan antara konsumsi teh secara rutin dan penurunan risiko sejumlah penyakit pembuluh darah, termasuk stroke iskemik. Jenis stroke ini terjadi ketika aliran darah ke otak terhambat, biasanya akibat penyumbatan pembuluh darah.
Teh Hitam dan Teh Hijau Dikaitkan dengan Manfaat Kesehatan
Penelitian tersebut juga menemukan bahwa jenis teh dapat memengaruhi kuatnya hubungan dengan kesehatan pembuluh darah. Teh hitam menunjukkan hubungan paling konsisten dengan penurunan risiko penyakit vaskular, diikuti teh hijau.
Kandungan senyawa bioaktif dalam teh, seperti polifenol dan flavonoid, diduga berperan dalam manfaat tersebut. Senyawa ini memiliki sifat antioksidan dan antiinflamasi serta berpotensi membantu menjaga fungsi lapisan dalam pembuluh darah dan mendukung sirkulasi darah.
Dalam penelitian tersebut, konsumsi teh peserta umumnya berkisar dua hingga tiga cangkir per hari. Sementara itu, risiko penyakit pembuluh darah terendah ditemukan pada kelompok yang mengonsumsi enam hingga delapan cangkir sehari.
Meski demikian, temuan ini tidak berarti setiap orang perlu meningkatkan konsumsi teh hingga jumlah tersebut. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan statistik, bukan bukti bahwa semakin banyak teh yang diminum pasti semakin besar manfaatnya.
Teh Terlalu Panas Justru Dikaitkan dengan Peningkatan Risiko
Di balik manfaatnya, suhu teh juga menjadi faktor yang perlu diperhatikan. Peneliti menemukan bahwa konsumsi teh yang sangat panas berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit pembuluh darah sebesar 16 persen.
Temuan ini menunjukkan bahwa cara menikmati teh dapat memengaruhi kaitannya dengan kesehatan. Teh dengan seduhan berkekuatan sedang dan tidak terlalu panas dikaitkan dengan hasil yang lebih menguntungkan.
Minuman bersuhu sangat tinggi juga sebelumnya telah dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker kerongkongan. Panas berlebihan dapat melukai jaringan kerongkongan, terutama jika terjadi berulang kali. Karena itu, membiarkan teh mendingin sejenak sebelum diminum menjadi langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk menghindari paparan suhu ekstrem.
Minum Teh Bukan Satu-satunya Cara Mencegah Stroke
Meski hasil penelitian menunjukkan potensi manfaat teh, para peneliti mengingatkan bahwa minuman ini bukan solusi tunggal untuk mencegah penyakit kardiovaskular.
Dell Stanford, ahli diet senior di British Heart Foundation yang tidak terlibat dalam penelitian tersebut, menegaskan bahwa penelitian observasional tidak dapat membuktikan hubungan sebab-akibat. Perbedaan pola makan dan gaya hidup peserta juga mungkin memengaruhi hasil penelitian.
Oleh karena itu, kebiasaan minum teh sebaiknya menjadi bagian dari pola hidup sehat, bukan pengganti langkah pencegahan yang telah terbukti bermanfaat. Menjaga pola makan seimbang, rutin beraktivitas fisik, tidak merokok, serta mengendalikan tekanan darah dan faktor risiko lainnya tetap penting untuk menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah.
(miq/miq)