Dokter Ahli Ungkap Kebiasaan Pagi Warga RI yang Merusak Jantung

Tim Redaksi,  CNBC Indonesia
16 September 2026 07:50
Ilustrasi serangan Jantung. (Ist Pexels)
Foto: ENGIN AKYURT

Jakarta, CNBC Indonesia - Sarapan sering dianggap momen penting untuk memulai hari. Karena kesibukan pagi hari, sayangnya sebagian orang memilih menu sarapan yang praktis, seperti nasi dengan lauk nugget atau mie instan. Namun menurut dokter spesialis jantung Robert Segel, M.D., kebiasaan sarapan dengan makanan tinggi garam seperti itu bisa diam-diam merusak kesehatan jantung.

"Asupan natrium tinggi menyebabkan retensi cairan, meningkatkan tekanan darah, dan memicu risiko gagal jantung," jelas Segel dikutip dari Eating Well.

Penelitian menunjukkan, orang yang mengonsumsi natrium tinggi berisiko 19% lebih besar terkena penyakit kardiovaskular dibanding yang membatasi asupan garam. American Heart Association merekomendasikan konsumsi natrium tidak lebih dari 1.500 mg per hari, jauh di bawah rata-rata konsumsi masyarakat yang mencapai lebih dari 3.300 mg.

Produk daging olahan seperti nugget dan sosis serta mie instan bukan hanya tinggi garam, tetapi juga kaya lemak jenuh yang bisa meningkatkan kolesterol jahat. Studi menunjukkan, mengkonsumsi lebih dari 140 gram daging olahan per minggu dapat menaikkan risiko penyakit kardiovaskular hingga 46%.

Selain itu, pola makan tinggi garam juga dikaitkan dengan risiko diabetes tipe 2. Penelitian menemukan, konsumsi natrium tertinggi dapat meningkatkan risiko diabetes hingga 80% dibanding konsumsi terendah. Diabetes sendiri dapat melipatgandakan risiko penyakit jantung.

Banyak makanan sarapan populer rendah serat, padahal serat, terutama serat larut membantu menurunkan kolesterol dan melindungi jantung. Oatmeal dan buah-buahan seperti apel, pir, pisang, serta jeruk merupakan sumber serat larut yang baik untuk kesehatan kardiovaskular.

Ahli gizi merekomendasikan beberapa langkah untuk menjaga kesehatan jantung sejak pagi hari:

- Minum air putih sebelum kopi untuk membantu sirkulasi dan tekanan darah.

- Tambah serat minimal 5 gram di menu sarapan.

- Pilih protein berkualitas tinggi seperti telur, yogurt tawar, kefir, atau keju rendah garam.

- Batasi gula tambahan demi mengurangi risiko stroke dan gagal jantung.

- Bergerak ringan 10-15 menit di pagi hari untuk menurunkan tekanan darah dan kolesterol.

- Luangkan waktu tenang untuk mengelola stres.

- Paparan cahaya matahari pagi yang dapat membantu menurunkan tekanan darah malam hari.

Segel menekankan, mengurangi garam pada sarapan dan mengombinasikan dengan kebiasaan sehat lain akan membantu melindungi jantung dalam jangka panjang.

"Memulai hari dengan nutrisi tepat, tubuh bergerak, dan pikiran tenang adalah investasi kesehatan terbaik," ujarnya.

(hsy/hsy) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Makan Putih Telur atau Telur Utuh yang Lebih Sehat? Ini Kata Ahli Gizi


Most Popular
Features